SABANG – Dalam melaksanakan tradisi meugang menyambut bulan suci ramadhan 1444 H, Kota Sabang telah melakukan pemotongan ternak, dengan rincian 50 ekor sapi dan 2 ekor kerbau.
Pj Wali Kota Sabang,Reza Fahlevi mengatakan, meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
Baca juga: Sempat Kabur, 12 Imigran Rohingya di Ladong Aceh Besar Diamankan Polisi
Perayaan Meugang indentik dengan memasak daging sapi maupun kerbau untuk dimakan bersama kelurga sehari sebelum bulan suci Ramadhan.
“Begitu pula halnya di Kota Sabang, tradisi meugang umumnya rutin di gelar setiap tahun. Keunikan meugang di Sabang sendiri terlihat dari ramainya pedagang sayur dan bumbu yang turun ke pinggir jalan. Tidak hanya itu, pedagang daging musiman juga menjadi ciri khas meugang di Sabang,” kata Pj Wali Kota, Rabu (22/3) siang.
Baca juga: Enam Penjudi Togel di Kawasan Terminal Keudah Ditangkap Polisi
Meski tumpah ruah antara masyarakat dan para pedagang, pihaknya tetap memastikan pelaksanan meugang berjalan dengan tertib, dengan menurunkan petugas untuk pengamanan pelaksanaan meugang dalam dua hari ini.
Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Sabang, Hariadi mengatakan, pada meugang puasa kali ini terdapat 26 ekor sapi dan satu ekor kerbau pada meugang pertama, dan 24 ekor sapi dan satu ekor kerbau dipotong pada meugang ke dua.
Hariadi juga menjelaskan, kualitas daging terjamin bagus, karena pihaknya sudah memeriksa dengan seksama, mulai dari surat kesehatan ternak, dan kondisi ternak baik sebelum maupun sesudah dipotong.
Lanjutnya, daging yang dipotong dalam dua hari meugang ini, juga terbebas dari kasus fasciola hepatica/cacing hati.
“Semua ternak tersebut, tentunya sudah Kami cek sebelum maupun sesudah disembelih, Alhamdulillah semuanya sehat. Dalam dua hari meugang ini Kami juga tidak menemukan kasus fasciola hiepatica/cacing hati pada sapi maupun kerbau. Insyaallah semuanya sudah aman,” ujarnya.
Dia menambahkan, terkait harga daging pada meugang pertama dan ke dua ini berkisar Rp 180 ribu – Rp 200 ribu per kilogram. Sementara jumlah pedagang, pada meugang pertama terdapat 24 orang, sedangkan meugang ke dua, jumlah pedagang hanya 22 orang.[]
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler