Senin, 06/05/2024 - 16:55 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Polisi London Tangkap Pengunjuk Rasa Antimonarki 

ADVERTISEMENTS

Pengunjuk rasa memegang plakat saat orang berkumpul untuk penobatan Raja Inggris Charles III di Westminster Abbey di pusat kota London, Sabtu, 6 Mei 2023.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah

 LONDON — Polisi menangkap pemimpin kelompok anti-monarki Republik dan 51 lainnya dalam penobatan Raja Charles III pada Sabtu (6/5/2023). Ratusan demonstran berpakaian kuning berkumpul di antara 10 massa yang berbaris di rute prosesi di pusat kota London dan mengangkat plakat bertuliskan “Not My King”.  

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah

Kelompok Republik mengatakan, pemimpin mereka Graham Smith telah ditahan sebelum prosesi dimulai. Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan petugas polisi menyita plakat yang dibawa oleh pengunjuk rasa.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

“Kami benar-benar memahami kekhawatiran publik setelah penangkapan yang kami lakukan pagi ini,” kata Komandan Karen Findlay dari kepolisian Metropolitan London dalam sebuah pernyataan.

ADVERTISEMENTS
Selamart Hari Buruh
Berita Lainnya:
Raja Charles Kembali Jalankan Tugas Usai Pengobatan Kanker

“Selama 24 jam terakhir telah terjadi operasi polisi yang signifikan setelah kami menerima informasi pengunjuk rasa yang bertekad untuk mengganggu prosesi Penobatan,” tambah Findlay.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Polisi tidak mengkonfirmasi penangkapan Smith. Polisi mengatakan, mereka bertindak karena yakin pengunjuk rasa akan berusaha merusak monumen publik dengan cat dan mengganggu acara penobatan.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Semua orang ini tetap ditahan,” kata Findlay.

ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Thantawi Ishak mantan Komisaris Utama Bank Aceh

Republik telah bersumpah untuk melakukan protes terbesar terhadap raja Inggris dalam sejarah modern. Pengunjuk rasa meneriakkan cacian saat Raja Charles III dan Ratu Camilla berjalan ke Westminster Abbey, termasuk saat kebaktian disampaikan kepada publik dengan pengeras suara besar.

Berita Lainnya:
Rumahnya di Bom Israel, Bayi Perempuan Meninggal Kepanasan di Tenda di Rafah

“Ini menjijikkan dan berlebihan. Itu juga sangat kontraproduktif oleh polisi karena semua yang dilakukannya adalah menciptakan publisitas besar-besaran bagi kami. Ini benar-benar gila,” kata seorang pengunjuk ras, Kevin John (57 tahun) yang berasal dari Devon.

Dalam pernyataan terpisah, polisi mengatakan, mereka telah menangkap tiga orang pada hari sebelumnya. Berdasarkan informasi intelijen, pengunjuk rasa berencana untuk mengacaukan prosesi penobatan dengan membuat takut kuda yang mengiringi raja, sehingga menyebabkan risiko bagi keselamatan publik.

Protes juga terjadi di Glasgow, Skotlandia dan Cardiff di Wales. Para pengunjuk rasa mengangkat tanda bertuliskan, “Hapus monarki, beri makan rakyat.”  

 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi