Sabtu, 04/05/2024 - 01:58 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Militer Israel Minta Maaf Atas Pembunuhan Jurnalis Shireen Abu Akleh

ADVERTISEMENTS

Militer Israel telah meminta maaf atas pembunuhan jurnalis veteran Aljazirah, Shireen Abu Akleh. Permintaan maaf ini berlangsung setelah satu tahun Israel menyangkal bertanggung jawab atas penembakan itu.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah

YERUSALEM — Militer Israel telah meminta maaf atas pembunuhan jurnalis veteran Aljazirah, Shireen Abu Akleh. Permintaan maaf ini berlangsung setelah satu tahun Israel menyangkal bertanggung jawab atas penembakan itu.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah

Abu Akleh merupakan koresponden yang meliput di wilayah pendudukan Tepi Barat untuk Aljazirah selama dua dekade. Dia ditembak di bagian belakang kepala saat meliput serangan militer Israel di Kota Jenin, Tepi Barat pada Mei 2022.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Pasukan pendudukan awalnya bersikeras bahwa Abu Akleh terjebak dalam baku tembak dan ditembak oleh pejuang perlawanan Palestina. Tetapi setelah penyelidikan, Israel kemudian mengakui bahwa Abu Akleh kemungkinan besar dibunuh oleh seorang anggota militernya. Israel mengklaim bahwa itu tidak disengaja.

ADVERTISEMENTS
Selamart Hari Buruh
Berita Lainnya:
Respons Iran akan Lebih Kuat Bila Israel Balas Serangan

Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada Kamis (11/5/2023), kepala juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari telah mengeluarkan permintaan maaf atas pembunuhan terhadap wartawan tersebut.  

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Saya pikir ini adalah kesempatan bagi saya untuk mengatakan di sini bahwa kami meminta maaf atas meninggalnya Shireen Abu Akleh,” ujar Hagari.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Dia adalah seorang jurnalis, seorang jurnalis yang sangat mapan. Di Israel kami menghargai demokrasi dan dalam demokrasi kami melihat nilai tinggi dalam jurnalisme dan kebebasan pers. Kami ingin jurnalis merasa aman di Israel, terutama di masa perang, bahkan jika mereka mengkritik kami,” tambah Hagari.

ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Thantawi Ishak mantan Komisaris Utama Bank Aceh

Permintaan maaf itu datang beberapa hari setelah Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) menerbitkan sebuah laporan pembunuhan Abu Akleh. Dalam laporannya, CPJ mengungkapkan bahwa militer Israel telah membunuh 20 wartawan sejak 2001 dan tidak bertanggung jawab atas salah satu dari  insiden tersebut.

Berita Lainnya:
Siapkan Serangan Balasan, Iran Janji Hindari Eskalasi Lebih Besar

Terlepas dari pengakuan Israel atas perannya dalam pembunuhan Abu Akleh, masih ada sedikit harapan untuk penangkapan dan penuntutan terhadap para prajurit yang bertanggung jawab atas penembakan itu. Militer Israel kerap mempertahankan kekebalan dari konsekuensi hukum semacam itu. Mantan perdana menteri Israel Naftali Bennett mengatakan, tentara Israel tidak boleh dituntut ketika warga sipil dibunuh dengan tidak sengaja.

“Jika ada pertempuran yang terjadi dan ada kerusakan tambahan yang tidak disengaja, maka tidak (tentara tidak boleh dihukum). Kalau tidak, yang akan Anda lakukan adalah membelenggu semua tangan pejuang,” kata Bennett.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi