Jumat, 01/03/2024 - 14:25 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Satelit SATRIA-1 akan Layani 50 Ribu Titik Layanan Internet Publik

ADVERTISEMENTS

 JAKARTA — Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo mengungkapkan Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) akan melayani 50 ribu titik layanan publik. Target itu diperkirakan dapat dipenuhi SATRIA-1 pada tahap awal setelah resmi beroperasi. 

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

Kepala Divisi Satelit BAKTI Kementerian Kominfo Sri Sanggrama menyampaikan kebutuhan internet masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Hasil kajian Kementerian Kominfo pada tahun 2018, ada kebutuhan akses internet sebesar 1Mbps untuk 150 ribu titik layanan publik pendidikan, kesehatan dan pemerintahan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

“Setiap tahunnya kebutuhan dari setiap titik tadi layanan 150 ribu itu terus meningkat. Jika dalam desain awal 2018 setiap titik memerlukan 1 Mbps, kini bisa menjadi 4Mbps. Oleh karena itu, kami secara bertahap menyediakan akses Very Small Aperture Terminal (VSAT) untuk 30 ribu sampai 50 ribu titik layanan publik agar bisa memanfaatkan layanan SATRIA-1,” kata Sanggrama dalam keterangan pers pada Sabtu (17/6/2023). 

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj
Berita Lainnya:
Latih Sejumlah UMKM dan Penyandang Disabilitas di Rumah BUMN, Peruri Dukung Go Global

Sanggarama menyatakan Kementerian Kominfo akan menyesuaikan kapasitas layanan dengan kebutuhan. Kementerian Kominfo juga memantau penyediaan akses internet oleh pihak swasta agar mengetahui kebutuhan kapasitas terkini.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

“Dulu kebutuhannya 1 Mbps, sekarang kalau kita pakai handphone saja membutuhkan minimum 5 Mbps untuk  apapun itu. Saat ini perkembangan terestrial yang seperti fiber optik dari BTS cukup masif dari operator operator lain sehingga pemerintah memutuskan apakah pemerintah turun tangan lagi untuk membuat satelit berikutnya,” ujar Sanggarama. 

ADVERTISEMENTS

Hot Backup Satellite juga tengah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan satelit internet nasional. Adapun Saat ini untuk backup satellite masih ada proses konstruksi di Boeing, Los Angeles. 

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Sudah kurang lebih 85 persen untuk secara fisik dan rencana peluncuran targetnya di bulan Oktober 2023,” ucap Sanggarama.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Petisi Protes Cawe-cawe Jokowi, Timnas Amin: Ada Hati Nurani Dilukai

Diketahui, SATRIA-1 merupakan milik Pemerintah namun akan dikelola oleh PT Satelit Nusantara Tiga dengan mekanisme build, operation and transfer (BOT). Setelah 15 tahun asetnya akan diambil alih Pemerintah. Kondisi Indonesia yang terdiri atas kepulauan dan membentang cukup lebar membuat satelit menjadi solusi atas akses internet cepat di wilayah 3T.

“Satelit menjadi salah satu solusi utama mempercepat penghapusan digital divide atau gap akses internet yang dirasakan di kota dengan yang dirasakan di pulau-pulau terluar dan terjauh,” ucap Sanggarama. 

Rencananya, peluncuran SATRIA-1 akan berlangsung dari Cape Canaveral Space Force Station, Orlando, Florida Amerika Serikat pada Ahad (18/6/2023) waktu setempat atau Senin (19/6/2023) WIB. Tahapan peluncuran SATRIA-1 dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube Kementerian Komunikasi dan Informatika.

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi