Selasa, 28/05/2024 - 12:25 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Mengapa Islam Peringatkan Suami Jangan Egois dalam Urusan Ranjang?

  JAKARTA— Islam adalah agung, memberikan tuntunan dalam setiap lini kehidupan manusia, termasuk urusan domestik rumah tangga. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Risalah Nabi Muhammad SAW juga memberikan panduan terhadap hubungan intim suami istri.  Menjalin hubungan seks antara suami istri merupakan suatu ibadah. Rasulullah SAW bahkan menyebutnya sebagai sedekah. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Nilai ibadah hubungan seks antara suami istri bahkan lebih tinggi ketimbang puasa sunah. Dalam hadits mutafaq alaih disebutkan: 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ “Tidak boleh seorang wanita berpuasa sedang suaminya ada di rumah kecuali dengan izinnya.”

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

 

Pembicaraan tentang pendidikan seks yang wajar dan tidak berlebihan sungguh jamak. Khususnya, bagaimana cara suami memperlakukan istrinya ketika di ranjang. Rasulullah SAW bersabda: 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

لا يَقَعَنَّ أحدُكم على امرأتِه كما تَقَعُ البَهيمةُ وليكنْ بينهما رسولٌ قيل : وما الرسولُ ؟ قال : القُبْلةُ والكَلامُ 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Jangan sekali-kali seseorang di antara kamu mencampuri istri seperti bercampurnya binatang. Tetapi, hendaklah ada pengantarnya.” Ada yang bertanya, “Apakah pengantarnya itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ciuman dan perkataan.” (HR Abu Manshur dan Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus dari hadits Anas).

ADVERTISEMENTS

Ada tiga perkara yang termasuk kelemahan laki-laki. Lantas, Nabi SAW menyebutkan, di antaranya, dia mendekati istrinya dan langsung mencampurinya sebelum mencumbu dan merayunya dan ia menyelesaikan hajatnya sebelum istrinya menyelesaikan hajatnya (merasa puas). Ini merupakan bagian dari hadits sebelumnya yang juga diriwayatkan oleh Ad Dailami. Meski hadits ini daif, Syekh Yusuf Qaradhawi menjelaskan, pernyataan ini sesuai dengan fitrah yang sehat.

ADVERTISEMENTS

Imam Al Ghazali lebih khusus menjelaskan, jikalau lelaki tidak egois dalam menggauli istrinya. Ketika suami telah menyelesaikan hajatnya, dia hendaknya menunggu istrinya, sehingga si istri pun merasa puas. 

Berita Lainnya:
Ucapan Positif yang Harus Disebut Saat Menerima Kegagalan Menurut Ajaran Islam

Menurut Al Ghazali, saat keluarnya air (mani) itu kadang-kadang terlambat. Karena itu, ketika syahwatnya sedang bergelora, tetapi si suami sudah selesai maka hal ini bisa menyakitinya.

Pada waktu keluarnya air yang tidak sama itu dapat menimbulkan perkara di antara mereka. Apabila suami lebih dahulu mengeluarkan airnya (spermanya). Apabila waktu keluarnya air (sperma dan ovum) itu bersamaan, hal itu lebih nikmat baginya. Al Ghazali berpesan agar suami jangan sibuk memperhatikan kepentingan dirinya sendiri. Menurut dia, istri kadang merasa malu.

Ibnu Qayyim al Jauziy menjelaskan dalam kitabnya Zad al-Ma’ad fi Hadyi Khairil Ibad. Menurut Ibnu Qayyim, petunjuk Rasulullah SAW dalam masalah jimak adalah yang paling sempurna. 

Berita Lainnya:
Amad Diallo, Pemain Sepak Bola MU yang Tidak Pernah Lupa Mensyukuri Nikmat Allah

Baca jug: Jalan Hidayah Mualaf Yusuf tak Terduga, Menjatuhkan Buku Biografi Rasulullah SAW di Toko

Dapat memelihara kesehatan, menyempurnakan kenikmatan, menyenangkan perasaan, dan mencapai tujuan. 

Menurut Ibnu Qayyim, tujuan pokok jimak ada tiga perkara. Pertama, memelihara dan melestarikan keturunan hingga mencapai jumlah yang ditentukan Allah untuk tampil ke muka bumi. 

Kedua, mengeluarkan air yang apabila ditahan akan dapat menimbulkan mudharat pada tubuh. Ketiga, menyalurkan nafsu seksual, memperoleh kenikmatan, dan bersenang-senang merasakan nikmat. Ini juga yang kelak diperoeh di surga. 

Hal yang tak kalah penting, kata Ibnu Qayyim, jimak mampu menjaga pandangan, menahan nafsu, dan dapat mengendalikan diri dari perbuatan haram (zina). Manfaat ini juga yang diperoleh di dunia dan akhirat bagi suami dan istri.

Dari Anas radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا حُبِّبَ إِلَـيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ: اَلنِّسَاءُ وَالطِّيْبُ، وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِـيْ فِـي الصَّلَاةِ “Sesungguhnya di antara kesenangan dunia kalian yang aku cintai adalah wanita dan wewangian. Dan dijadikan kesenangan hatiku terletak di dalam shalat.”  

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi