HARIANACEH.co.id|Pidie Jaya – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh Dedy Yuswadi, AP dalam hal ini sampaikan melalui Kepala Bidang Penanganan Konflik Dan Kewaspadaan Nasional Dedy Andrian, SE, MM mengatakan, ada 3 Langkah dalam upaya penanganan konflik yang harus ditempuh, yakni Pencegahan, Penghentian dan Pemulihan Paska Konflik.
Hal itu disampaikan Dedy Andrian dihadapan 50 peserta dari unsur Guru SLTA, SKPK, FKDM, FKUB, FPK, Ormas/LSM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, Mahasiswa dan Jurnalis pada Kegiatan Edukasi Literasi Damai Angkatan II Tahun 2023 bertema Penguatan Literasi Dalam Mewujudkan Kondisi Damai Menjelang Pemilu 2024 yang digelar Kesbangpol Aceh di Aula Setdakab, Kantor Bupati Pidie Jaya, Selasa (4/10/2023).
Menurut Dedy, di tengah perkembangan arus teknologi informasi menuntut masyarakat dan sekitarnya untuk mampu menyaring isu-isu yang disebarluaskan termasuk yang bernuansa hoaxs.
“Maka dari itu, Penguatan Literasi Kepada Masyarakat Perlu ditingkatkan, apalagi menjelang tahun pemilu 2024,” ujar Dedy.
Dijelaskannya era serba internet saat ini, arus informasi begitu kencang dan cepat. Dalam hitungan detik, setiap orang dapat mengetahui peristiwa apapun di belahan dunia manapun yang cuma hanya bermodalkan smartphone.
Hal senada juga disampaikan Drs. A. Jalil, M. Pd, Kepala Badan Kesbangpol Pidie Jaya, saat membuka acara. A Jalil menyampaikan pertumbuhan informasi akibat penggunaan alat bantu teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan jumlah informasi bertambah semakin cepat.
“Informasi tidak akan dapat diperlambat pertumbuhannya, sehingga arus informasi harus dijalankan dengan cara meningkatkan keterampilan literasi informasi pada masyarakat,” ujarnya.
Namun–katanya– masyarakat juga harus memahami betapa pentingnya literasi media agar tidak termakan kabar hoaks. Terlebih, masyarakat memang menjadi sasaran media sosial untuk menyebarluaskan kabar berita.
“Media sosial harus dijadikan sebagai salah satu sarana dalam menyebarkan pesan-pesan damai agar stabilitas kehidupan bermasyarakat dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.
Tampil sebagai narasumber acara tersebut Akademisi Jabal Ghafur, Widyaiswara Drs. Abd. Rahman, SE. MM, Kepala Kesbangpol Pidie Jaya Drs. A. Jalil. M.Pd, dan Akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh Dr. Sehat Ihsan Shadiqin, M. Ag (Akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh), Serta Pelaksana Kegiatan Nera Gustika, S.STP., MM selaku Sub Koordinator Penanganan Konflik Pada Badan Kesbangpol Aceh.[]
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler