Selasa, 30/04/2024 - 23:17 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Realisasi Investasi KEK Gresik Capai Lebih dari Rp 50 Triliun

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Susiwijono Moegiarso melaporkan realisasi total investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik di Jawa Timur, mencapai lebih dari Rp 50 triliun rupiah pada kuartal III 2023.

ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Thantawi Ishak mantan Komisaris Utama Bank Aceh

“Per kuartal III 2023, realisasi total investasi KEK Gresik mencapai lebih dari Rp 50 triliun. Lebih dari 80 persennya dari investasi pelaku usaha dan sisanya adalah investasi pembangunan kawasan oleh PT BKMS selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Gresik,” kata Susiwijono melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (13/10/2023).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah

Saat ini, KEK Gresik kembali menerima komitmen investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) dari PT Ambercycle Advanced Material Indonesia dengan rencana investasi sebesar 130 juta dolar AS.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Sementara itu, KEK Singhasari selain difokuskan sebagai pusat pendidikan kelas dunia dan menjadi jantung ekonomi kreatif dan digital, juga merupakan konsep KEK Digital pertama di Indonesia. Susiwijono merincikan, seiring dengan perkembangan KEK Singhasari yang menjadi pionir KEK bertemakan jasa pendidikan telah menerima lima surat minat dari universitas United Kingdom (UK) yang salah satunya yakni King’s College London (KCL) pada 2021.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Analis: Konflik Iran-Israel Berpotensi Ganggu Pertumbuhan Ekonomi RI

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Didukung oleh The British Council, KEK Singhasari dan KCL telah menyelenggarakan kajian bersama tentang pendirian kampus bertema digital di KEK Singhasari pada 2022. Sepanjang 2022, telah dilaksanakan diskusi intensif dan sejumlah kunjungan dari KCL dan KEK Singhasari, termasuk juga Pemerintah Indonesia melalui Dewan Nasional KEK dan Pemerintah Inggris dengan beberapa menteri dan utusan khusus PM Inggris untuk pendidikan.

Susiwijono juga menyampaikan bahwa KCL secara lisan telah menyampaikan komitmen dan permohonan fasilitasi kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Februari 2023. Kemudian hal tersebut ditindaklanjuti dengan penyampaian proposal yang saat ini sedang didiskusikan dengan kementerian pendidikan dan sejumlah kementerian/lembaga terkait.

“Direncanakan pada Oktober 2023 nanti akan diadakan Symposium UK Trans National Education oleh KCL di Singhasari untuk menyampaikan hasil kajian dan diskusi dengan Pemerintah Indonesia, yang akan dilanjutkan dengan Penandatanganan Kontrak (MoA). Kegiatan pembelajaran KCL Indonesia sendiri ditargetkan akan dimulai pada September 2024,” ujarnya.

Keberadaan KEK Singhasari, lanjut Susiwijono, diharapkan dapat mendukung pengembangan tematik regional dan kebangkitan pengembangan SDM untuk mengkatalisasi iklim kompetisi antar lembaga pendidikan. Selain itu, masuknya KCL juga diharapkan akan mendorong perguruan tinggi terkemuka lain untuk ikut berkontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Berita Lainnya:
Pencemaran Limbah Industri Sebabkan Tingginya Kadar Bromat dalam AMDK

“Selain menghemat devisa belanja pendidikan ke luar negeri, masuknya KCL diharapkan juga akan membawa serta repository IPTEK dan berpotensi menjadi partner riset-riset tematik yang dapat menguatkan fundamental sektor strategis di Indonesia seperti ekonomi digital, keperawatan, hingga energi terbarukan,” kata Susiwijono.

Adapun pemerintah berkomitmen terus mengimplementasikan transformasi kebijakan di KEK guna mendorong peningkatan FDI. Selain untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah, KEK juga diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah melalui FDI.

“KEK ini, namanya kawasan khusus, itu benar-benar kita andalkan. Tujuan utamanya sebenarnya menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru dan mendorong ekonomi inklusif. Namanya inklusif tuh merata ke seluruh Indonesia,” ungkap Susiwijono.

Pemerintah juga terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan KEK untuk memastikan agar KEK dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi