UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Hasil Pemeriksaan, Ketua MK Anwar Usman Terbukti Bersalah soal Putusan Batas Usia Capres/Cawapres

Namun, menurut Arief, Anwar ikut serta dalam RPH berikutnya yang juga sama-sama membahas gugatan usia minimal capres-cawapres pada perkara nomor 90.

Ketika ditanya Arief, Anwar menjelaskan bahwa ia tak ikut memutus perkara PSI, Garuda, dan para kepala daerah sebelumnya karena alasan kesehatan.

“Bukan untuk menghindari konflik kepentingan (conflict of interest) sebagaimana disampaikan Wakil Ketua pada RPH terdahulu,” kata Arief Hidayat dalam pendapat berbedanya.

Dengan kehadiran Anwar Usman, sikap MK mendadak berbalik dan menyatakan bahwa kepala daerah dan anggota legislatif pada semua tingkatan berhak maju sebagai capres-cawapres meski belum 40 tahun, lewat Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang kontroversial.

Kemudian, atas dasar putusan MK itu diketahui bahwa putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka bisa mengikuti Pilpres 2024 walaupun usianya belum mencapai 40 tahun tetapi berbekal pengalaman menjabat sebagai Wali Kota Solo selama hampir tiga tahun.

MK Tak Ikut Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak tiga gugatan uji materi soal batas usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Meski demikian, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman diketahui tidak ikut memutus tiga gugatan dalam sidang putusan yang digelar di Gedung MK, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (16/10/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Usman yang merupakan ipar dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) itu hanya memimpin sidang putusan.

Anwa Usman tidak termasuk dalam jajaran hakim yang memutuskan menolak gugatan yang diduga untuk meloloskan Putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka untuk maju Pilpres itu.

Jajaran hakim konstitusi dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) itu antara lain, Saldi Isra selaku Ketua merangkap Anggota, Arief Hidayat, Manahan M.P. Sitompul, Wahiduddin Adams, Suhartoyo, Enny Nurbaningsih, Daniel Yusmic P. Foekh, dan M. Guntur Hamzah.

Dalam putusannya, MK resmi menolak tiga gugatan uji materi batas usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Ketiga gugatan tersebut antara lain, perkara nomor 29/PUU-XXI/2023 diajukan oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi, yang meminta batas usia minimum capres-cawapres dikembalikan ke 35 tahun.

Dalam beberapa kesempatan teranyar, partai politik bernomor urut 15 itu kerap hadir dan akrab dalam acara-acara Koalisi Indonesia Maju yang digawangi Partai Gerindra, partai besutan Prabowo.

image_print
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.