Selasa, 27/02/2024 - 20:30 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Marco Karundeng Jadi Tersangka Terkait Bentrok Bitung, Polisi: Terancam 6 Tahun Penjara

ADVERTISEMENT

Laskar Manguni membawa pedang mengejar peserta Aksi Bela Palestina di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (25/11/2023).

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

JAKARTA —  Polisi menjerat MK (Marco Karundeng), tersangka kasus ujaran kebencian dan provokator bentrokan massa di Bitung, Sulawesi Utara, pada akhir November 2023, dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). MK terancam hukuman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

“Kami sangkakan dengan Pasal 45A ayat 2, juga dengan Pasal 8 ayat 2 UU ITE,” kata Kepala Sub Direktorat V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Komisaris Polisi Kadek Budi Astawa di Balikpapan, Jumat (8/12/2023).

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Kabinet Bergolak akibat Presiden Jokowi sudah Kehilangan Aura

“Juga tidak benar yang bersangkutan melarikan diri,” lanjut Kompol Astawa.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Menurut Astawa, tersangka MK ditangkap di Samarinda karena memang sudah tinggal di Kota Tepian itu sejak 2004. Pada 25 November 2024 atau empat hari setelah kejadian bentrok di Bitung, polisi menciduk MK di kapal tempatnya bekerja sebagai teknisi kamar mesin.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
LPSK Minta Privasi Korban dan Keluarga Kasus Perundungan Binus Dilindungi

“Pelaku menyampaikan ujaran kebencian melalui akunnya di media sosial Facebook saat kapal sedang berlayar di tengah laut,” kata Astawa lagi.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Dari unggahan di Facebook tersebut, polisi di Sulawesi Utara melacak keberadaan MK dan segera berkoordinasi dengan polisi di Kaltim begitu posisi yang bersangkutan jelas. Begitu kapal merapat di Pelabuhan di Samarinda, MK pun ditangkap tanpa ada perlawanan.

“MK sangat kooperatif saat ditangkap, kemudian MK juga mengakui kesalahannya,” terangnya.

 

 

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi