UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Dokter Tifa Sedih Melihat Prabowo Disuruh Joget Pendukung

BANDA ACEH – Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau dikenal sebagai Dokter Tifa merasa sedih melihat calon presiden nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto disuruh para pendukung untuk berjoget.

Pasalnya Prabowo Subianto tidak hanya disuruh untuk berjoget, namun juga disoraki oleh para pendukungnya, ditambah Ketua Umum Partai Gerindra itu sudah memasuki usia 72 tahun.

“Saya kasihan, betul-betul kasihan. Tega sekali pendukungnya memperlakukan Lansia seperti ini. Kan mau nyalon Presiden. Masa disuruh joget sambil disorak-sorakin gini, di jalanan lagi. Walau saya tidak mendukung beliau, tapi sedih lihatnya,” ucapnya dengan mengunggah video Prabowo sedang berjoget di hadapan para pendukungnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (15/1).

Saya kasihan, betul-betul kasihan.Tega sekali pendukungnya memperlakukan Lansia seperti ini.

Kan mau nyalon Presiden. Masa disuruh joget sambil disorak-sorakin gini, di jalanan lagi.

Berita Lainnya:
SBY Buka Kemungkinan Tempuh Jalur Hukum Difitnah Dalangi Isu Ijazah Palsu Jokowi

Walau saya tdk mendukung beliau, tapi sedih lihatnya. pic.twitter.com/ZdIHBHAER4

— Dokter Tifa (@DokterTifa) January 14, 2024

Sementara itu, berdasarkan hasil survei tatap muka yang dilakukan Lembaga riset internasional Ipsos Affairs pada periode 27 Desember hingga 5 Januari 2024, elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran tercatat naik dari 42,66 persen menjadi 48,05 persen.

Infromasi itu disampaikan Pengamat Politik dan peneliti senior Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Imam. Saat ini, kata dia, elektabilitas pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 semakin melejit.

“Pilpres kali ini, efek Jokowi makin nyata karena terbukti elektabilitas Prabowo-Gibran makin meningkat,” kata Arif saat memaparkan hasil survei Ipsos dikutip dari Suara.

Sedangkan elektabilitas pasangan Anies-Muhaimin, menurut Arif, cenderung stagnan dari 22,14 persen menjadi 22,80 persen. “Pasangan Ganjar-Mahfud justru turun dari 22,95 persen menjadi 18,35 persen, dan yang belum menentukan pilihan berada di angka 11,80 persen,” kata dia.

Berita Lainnya:
Presiden Murka: Pejabat Jangan Cuma Foto-Foto di Lokasi Bencana

Melejitnya persentase elektoral Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilainya tidak lepas dari efek Presiden Joko WIdodo, terutama pemilih Jokowi-Ma’ruf pada pemilu 2019 yang semakin besar mendukung pasangan calon nomor urut dua.

Menurutnya, Prabowo-Gibran dianggap sebagai pasangan calon yang paling berpotensi melanjutkan program-program yang dijalankan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

“Jika kita mengaitkan kenaikan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Jokowi-Ma’ruf saat ini, dari 65 persen di bulan November menjadi 74 persen di bulan Desember, maka hal ini bisa dibaca bahwa siapapun paslon Capres-Cawapres yang dianggap melanjutkan program-program kerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf besar kemungkinan akan mendapatkan Jokowi effect dalam hal elektabilitas,” kata dia.

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website