Jumat, 19/04/2024 - 04:44 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Populasi Cina Turun Dua Tahun Berturut-turut

ADVERTISEMENTS

Warga dengan anak-anak dan balita mereka bermain di lapangan hijau di luar mal yang dibuka kembali di Beijing, Ahad, 4 Desember 2022. Populasi Cina kembali turun.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

 BEIJING — Populasi Cina kembali turun untuk kedua kalinya berturut-turut pada 2023, seiring rendahnya angka kelahiran dan gelombang kematian usai pembatasan Covid-19 dicabut. Penurunan populasi diprediksi dapat berdampak panjang pada potensi pertumbuhan ekonomi negara itu.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Pada Rabu (17/1/2024) Biro Statistik Nasional (NBS) Cina mengatakan total populasi Cina pada tahun 2023 turun 2,08 juta orang atau 0,15 persen atau menjadi 1,409 miliar orang. Pada tahun 2022 populasi Cina berkurang 850 ribu. Pertama kalinya sejak Bencana Kelaparan zaman Mao Zedong.

ADVERTISEMENTS

Tahun lalu Cina mengalami lonjakan kasus Covid-19 setelah menerapkan pembatasan ketat dan kebijakan karantina selama tiga tahun yang menahan penyebaran virus sampai pemerintah mencabut langkah-langkah tersebut pada Desember 2022. Total kematian tahun lalu naik menjadi 6,6 persen atau 11,1 juta orang, mencapai tingkat tertinggi sejak 1974 semalam Revolusi Budaya.

Berita Lainnya:
Analis: Konflik Iran-Israel Berpotensi Ganggu Pertumbuhan Ekonomi RI

Angka kelahiran tahun 2023 turun 5,7 persen menjadi 9,02 juta kelahiran dan menyentuh angka terendah dengan 6,39 kelahiran per 1.000 orang. Lebih rendah dibandingkan angka kelahiran 2022 yang sekitar 6,77 kelahiran per 1.000 orang.

Angka kelahiran di negara itu menurun drastis selama beberapa dekade karena kebijakan satu anak yang diterapkan dari 1980 sampai 2015 dan cepat urbanisasi selama periode tersebut. Seperti ledakan ekonomi yang terjadi di Jepang dan Korea Selatan (Korsel), banyak warga desa yang pindah ke kota, sehingga memiliki anak menjadi lebih mahal.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
PMI Manufaktur Ekspansif, Kemenperi Diapresiasi

Angka kelahiran Jepang pada 2022 sekitar 6,3 kelahiran per 1.000 orang dan Korsel 4,9 kelahiran.

“Seperti yang sudah kami amati lagi dan lagi dari negara dengan angka kelahiran rendah, seringkali penurunan angka kelahiran sulit dipulihkan,” kata demografer dari University of Michigan Zhou Yun.

Angka pengangguran di Cina pada tahun 2023 mencapai angka tertingginya. Hal ini menurunkan minat anak muda untuk memiliki anak. Krisis diperburuk banyak gaji pekerja kerah putih turun dan krisis di sektor properti di mana dua pertiga kekayaan rumah tangga di simpan.

Data terbaru menunjukkan….

 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi