Penulis: Jumratul Sakdiah, S.Pd
ROHINGYA, salah satu etnis yang terancam kehidupannya. Mengais sisa-sisa harap kepada negeri tetangga. Meskipun faktanya, tak ada negara yang peduli dengan nasib mereka. Aceh, menjadi wilayah incaran satu-satunya, tapi kini negeri para ulama ini pun ikut pongah mengulurkan tangannya. Hanya karena terpengaruh isu negatif tentang Rohingya. Akhirnya melakukan pengusiran paksa sampai enggan bersikap baik terhadap mereka.
Padahal telah diketahui, etnik Rohingya beragama Islam yang terusir dari negaranya, Myanmar. Di sana mereka mendapatkan perlakuan yang tak manusiawi. Ada yang dibantai dan yang hidup tak diberi makan. Mereka tinggal di tempat yang jauh dari layak. Tidak ada jaminan untuk bertahan hidup dan keamanan. Diasingkan, dianaktirikan, ditutup segala sarana publik dan dicabut kewarganegaraannya. Semua ini hanya karena mereka minoritas muslim yang tinggal di tengah mayoritas buddhis yang sangat bengis.
Sampai akhirnya, terpikir di benak mereka untuk mencari suaka yang aman dan nyaman. Lalu mereka meninggalkan Tanah kelahirannya dan terkatung-katung di tengah lautan yang tak jelas arahnya. Tanpa ada pasokan makanan dan jaminan kesehatan. Mereka hadapi dengan kesabaran dan ketabahan.
Di atas perahu berdesak-desakan, sampai ada yang terinjak dan banyak diantara mereka yang meninggal di atas kapal. Mayat-mayat dibuang ke lautan karena tak mampu bertahan dalam pelayaran panjang tanpa tujuan.
Berita yang baru saja tersiar. Bahwa ada kapal Rohingya yang terbalik di laut Aceh Barat. Tim SAR gabungan menemukan 69 pengungsi Rohingya yang masih bertahan di atasnya. (detik.com, 21/03/2024). Sebanyak enam jenazah diduga pengungsi Rohingya kembali ditemukan di Perairan Calang, Aceh Jaya. Total sudah 10 mayat dievakuasi tim SAR gabungan di daerah tersebut (detik.com, 25/03/2024).
Setelah perjuangan di atas perahu mempertaruhkan nyawa, pengungsi Rohingya juga tak mendapat empati dari penduduk Aceh. Banyak yang tak menerima kedatangannya bahkan menolak memberikan bantuan kepada mereka. Dengan dalih yang tak masuk di akal dan tak mencerminkan sikap seorang muslim sejati yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. saat melihat saudaranya yang kesusahan.
Rakyat Aceh mulai mengganggap muslim Rohingya hanyalah berpura-pura karena nantinya mereka akan merebut Aceh dari penduduk aslinya, layaknya Zionis-Israel yang ingin merebut Palestina. Kemudian dengan anggapan rakyat Aceh juga masih banyak yang belum sejahtera dan lain sebagainya yang tak bisa jadi sandaran untuk tidak membuka pintu bagi para pengungsi Rohingya.































































































Beri Komentar