Sholat Jamak Makmum dengan Orang Mukim atau Sebaliknya, Apakah Boleh?

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Ⓒ Hak Cipta Foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada Pemilik Foto

Ilustrasi sholat berjamaah. Allah SWT berikan keringanan menjamak sholat orang bepergian

ADVERTISEMENTS

JAKARTA— Musim mudik lebaran 2024 telah tiba. Ratusan ribu orang akan pulang kampung dari tempat perantauannya dengan menempuh perjalanan jauh. Namun sebagai umat beriman, kewajiban melaksanakan sholat lima waktu tetap harus dikerjakan.

ADVERTISEMENTS

Islam memberikan keringanan melaksanakan sholat bagi musafir yakni sholat jamak. Sholat jamak adalah mengumpulkan dua sholat fardu dalam satu waktu dan dengan syarat tertentu menurut Saif Ahad Jami dalam Buku Pintar Sholat Wajib & Sunah Super Lengkap.

Namun, Saif menjelaskan mereka yang diperbolehkan melakukan sholat jamak harus memenuhi syarat yaitu perjalanan yang dilakukan bukan untuk maksiat. Kemudian jarak perjalanan minimal mencapai 16 farsakh (90 km) menurut mayoritas pendapat imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad.

Syarat berikutnya adalah sholat yang dijamak adalah sholat yang adaa’an (bukan sholat qada’). Niat menjamak berbarengan dengan takbiratul ihram. Dan tidak ikut kepada imam yang bukan musafir atau imam yang melaksanakan sholat secara sempurna. Tentang syarat yang terakhir beberapa ulama berbeda pendapat.

ADVERTISEMENTS

 

ADVERTISEMENTS

Dikutip dari Pusat Kajian Hadis Indonesia, Ustaz Ridwan Shaleh mengatakan menurut para ahli fiqih diperbolehkan bermakmum kepada mukim atau tidak sedang safar dan sebaliknya. Hanya ulama bermadzhab Maliki yang menghukumi makruh. 

Alasan mereka memakruhkan karena musafir meninggalkan kesunahan qahar baginya jika dia bermakmum kepada mukim sehingga dia wajib menyempurnakan empat rakaat sebab kewajiban mengikuti imam. 

ADVERTISEMENTS

Sebaliknya, para ahli fiqih orang muqim boleh bermakmum kepada musafir. Dalam hal ini ulama Madzhab Maliki juga menghukumi makruh. Alasanya karena berbedanya niat antara makmum dan imam.

ADVERTISEMENTS

Jika seorang musafir menjadi imam dan sholatnya dua rakaat (mengambil Qashar ), maka makmumnya yang muqim tadi tidak ikut salam, tapi melanjutkan berdiri untuk menyempurnakannya menjadi empat rakaat.

 

 Dengan demikian…

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
Exit mobile version