Kamis, 23/05/2024 - 00:05 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Hamas: AS Berikan Perlindungan Politik pada Pembantaian Israel

 ISTANBUL — Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, mengatakan puluhan ribu rakyat Palestina di Jalur Gaza dibunuh dengan menggunakan senjata Amerika Serikat (AS). Hal ini ia sampaikan saat berkunjung ke Turki untuk bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan dan pejabat pemerintah Turki lainnya.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Haniyeh mengatakan veto Washington di Dewan Keamanan PBB efektif memberikan perlindungan politik atas tindakan Israel. Veto itu membatalkan langkah memberikan keanggotaan penuh PBB pada Palestina.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Posisi AS menipu, meskipun mereka mengatakan tidak ingin warga sipil dirugikan, ini adalah upaya manipulasi. Semua warga sipil yang terbunuh di Gaza, ribuan, puluhan ribu syahid, dibunuh dengan senjata AS, dengan roket AS, di bawah perlindungan politik AS,” kata Haniyeh seperti dikutip dari Anadolu Agency, Ahad (21/4/2024).  

“Apa arti veto AS terhadap resolusi gencatan senjata di Dewan Keamanan PBB? Itu artinya AS memberikan perlindungan penuh dan payung untuk melanjutkan pembantaian dan pembunuhan terhadap Gaza,” kata Haniyeh dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu.

Ia menambahkan veto AS terhadap keanggotaan penuh Palestina di PBB menunjukkan Washington merangkul posisi Israel dan menentang hak-hak rakyat Palestina. Haniyeh memperingatkan rencana Israel menggelar serangan ke Rafah. Ia mengatakan serangan itu dapat mengakibatkan pembantaian rakyat Palestina.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Dukung Dermaga Terapung Gaza, PBB: Bukan untuk Gantikan Penyeberangan

“Saya menyerukan pada semua negara-negara persaudaraan, saudara-saudara kami di Mesir, saudara-saudara kami di Turki, saudara-saudara kami di Qatar sebagai mediator dan negara-negara Eropa, untuk mengambil tindakan menahan agresi (Israel) dan mencegah operasi di Rafah serta penarikan penuh (tentara Israel) dari Jalur Gaza dan menakhiri serangan di Gaza,” katanya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Mengenai perlawanan rakyat Palestina, Haniyeh mengatakan “bila musuh Zionis masuk Rafah, rakyat Palestina tidak akan mengibarkan bendera putih. Pejuang perlawanan di Rafah siap untuk membela diri dan melawan serangan.”

Berita Lainnya:
Update Kecelakaan Helikopter Presiden Iran, Lokasi Terdeteksi-Israel

Israel menolak kesepakatan gencatan senjata di Gaza meski semua negosiasi sudah dilakukan dan puluhan proposal sudah diajukan melalui mediator. “Yang mereka inginkan hanya memulangkan tahanan dan memulai kembali perang di Gaza, dan itu tidak mungkin,” kata Haniyeh.

ADVERTISEMENTS

“Tentara Israel harus sepenuhnya ditarik mundur dari Gaza. Israel juga tidak ingin pengungsi kembali pulang ke utara Gaza. Mereka menerima pemulangkan terbatas dan bertahap, itu tidak bisa diterima,” katanya.

ADVERTISEMENTS

Ia menekankan Israel mengusulkan pertukaran segelintir sandera untuk tahanan Palestina. Meski sudah hampir 14 ribu orang Palestina ditahan Israel di Tepi Barat dan Gaza sejak 7 Oktober lalu. “Adalah Israel dan AS yang tidak memberikan tekanan apapun (kepada Israel), dan, itulah yang menghalangi tercapainya kesepakatan. Segera setelah Israel menerima tuntutan-tuntutan ini, kami akan siap untuk mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi