Senin, 20/05/2024 - 12:32 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

HIBURAN

Setiap Wanita Berisiko Kanker Serviks, Tes HPV Bagus Ketimbang Pap Smear?

 JAKARTA — Kanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara, yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 17,2 persen dari seluruh kanker pada wanita di Indonesia. Hal itu berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Jumlah tersebut memiliki angka mortalitas yang tinggi sebanyak 21.003 kematian atau 19,1 persen dari seluruh kematian akibat kanker. Jika dibandingkan angka kejadian kanker serviks di Indonesia pada 2008, terjadi peningkatan dua kali lipat.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Onkologi Ginekolog RS Pondok Indah (RSPI) – Pondok Indah, Dr dr Fitriyadi Kusuma, SpOG, Subsp. Onk, mengatakan sebanyak 93 persen pasien merasakan gejala yang baru timbul saat sudah stadium 3B. Fenomena ini, kata dr Fitriyadi, tentu cukup ironi karena kanker tersebut dapat dicegah.

Berita Lainnya:
Ayah Via Vallen Meninggal Dunia, Suami Via Bagikan Foto Saat di Pemakaman

“Awalnya bisa gejala keputihan, hilang, lalu keputihan gak sembuh-sembuh.  Makannya di Indonesia pasien datang udah stadium 3,” kata dr Fitriyadi dalam acara bersama RSPI di Jakarta, Senin (22/4/2024).

Oleh karena itu, penting untuk melakukan skrining rutin sejak dini. Saat ini juga sudah ada program vaksinasi dari mulai usia 15 tahun.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Dokter Fitriyadi mengungkapkan saat ini tes HPV lebih direkomendasikan karena kanker serviks disebabkan oleh 99,7 persen virus human papiloma atau HPV. Meski masih bisa dicegah melalui deteksi dini dengan skrining pap smear atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Setiap wanita yang sudah menikah lebih dari satu tahun lebih baik skrining, karena HPV timbul akibat kelainan sel setelah inkubasi sembilan bulan. Pap smear dua tahun, tapi kalau HPV segera setelah kontak seksual,” kata dia.

Berita Lainnya:
Jalani Prosesi Mapamit Sebelum Nikah, Mahalini Bakal Jadi Mualaf?

Untuk pap smear, biaya cukup mahal, kendati di beberapa negara sudah menjadi bagian dari skrining nasional. Sementara tes HPV, kata dia, menjadi skiring yang paling utama, bukan lagi pap smear.

ADVERTISEMENTS

Tes HPV awalnya seharga Rp 1,5 juta, tapi bisa lebih murah dengan adanya rencana program nasional pemerintah menjadi Rp 120 ribu sampai Rp 180 ribu. Untuk IVA tetap digunakan di puskesmas karena biaya murah. 

ADVERTISEMENTS

Penyebab dari kanker serviks adalah HPV, bisa ditularkan melalui kontak seksual. Penularan lewat kontak fisik, seperti memegang benda yang sama pernah ada penelitiannya, tapi kemungkinan itu sangat kecil.

Beberapa jenis HPV dapat….

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi