Kamis, 23/05/2024 - 00:55 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

HIBURAN

Chandrika Chika Ngaku Pakai Narkoba karena Pergaulan, Ini Pentingnya Selektif Pilih Teman

JAKARTA — Ada banyak faktor yang bisa mendorong seseorang menyalahgunakan narkotika. Salah satu faktor yang cukup sering mendorong seseorang, terutama generasi muda, untuk menyalahgunakan narkotika adalah teman sebaya atau teman sepermainan. Hal inilah yang terjadi pada selebgram Chandrika Chika.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Sebenarnya, sejauh mana pengaruh teman terhadap pergaulan? Profesor penelitian dari Duke University, Jennifer E Lansford PhD, menyatakan penyalahgunaan pada usia dini seperti remaja umumnya dimulai dari situasi sosial di antara teman-teman sebaya. Oleh karena itu, Lansford menilai pemilihan teman sebaya memainkan peran yang signifikan terhadap kecenderungan seseorang untuk menyalahgunakan narkoba dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Sebagai tambahan, teman juga bisa saling memengaruhi kecenderungan masing-masing dalam penyalahgunaan obat terlarang, sehingga seiring waktu mereka akan menjadi mirip satu sama lain dalam hal (penyalahgunaan obat terlarang) itu,” ujar profesor penelitian dari Duke University, Jennifer E Lansford PhD, seperti dilansir Psychology Today pada Rabu (24/4/2024).

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Sao Paulo pada 2014 juga menunjukkan hal serupa. Studi ini menunjukkan anak muda yang berteman dengan pengguna narkotika atau penjual narkotika berpeluang lebih besar untuk menjadi pengguna narkotika.

Berita Lainnya:
Dian Sastrowardoyo Sebut Industri Film Tanah Air Memulai Gelombang Indonesia Wave

Mengacu pada studi, bila anak muda memiliki teman yang menggunakan obat terlarang secara rutin, dia akan berpeluang 3,4 kali lebih besar untuk minum alkohol, empat kali lebih besar untuk merokok, dan tujuh kali lebih besar untuk minum alkohol dan merokok. Mereka juga berpeluang 8,6 kali lebih besar untuk menggunakan obat terlarang.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Bila anak muda berteman dengan penjual narkotika, dia akan berpeluang 10 kali lipat lebih besar untuk menggunakan obat terlarang, menurut International Society of Substance Use Professionals (ISSUP) melalui laman resmi mereka. Sedangkan bila anak muda memiliki teman yang suka membawa minuman beralkohol atau obat terlarang ke acara pesta, dia akan berisiko 15 kali lipat lebih besar untuk menggunakan obat terlarang.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membimbing anak soal memilih teman yang bijak. Berikut ini adalah lima hal yang bisa dilakukan oleh orang tua menurut edukator Marybeth Bock MPH, seperti dilansir RaisingTeensToday:

1. Ajarkan kepada anak mengenai makna pertemanan yang sebenarnya. Berikan sejumlah contoh agar anak bisa membedakan antara hubungan pertemanan yang baik dan hubungan pertemanan yang buruk.

ADVERTISEMENTS

2. Orang tua perlu mengenal teman-teman sepermainan atau teman-teman sebaya anak mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan mengajak teman-teman anak untuk bermain di rumah.

ADVERTISEMENTS

3. Bantu anak agar fokus dalam membangun hubungan pertemanan yang berkualitas, bukan karena dorongan eksistensi, seperti mengejar jumlah followers atau like di media sosial.

Berita Lainnya:
Dedi Mulyadi: Pernikahan Rizky Febian-Mahalini Sesuai Syariat Islam, Ada Ustaz Maulana

4. Bimbing anak untuk memahami batasan-batasan dalam pertemanan. Dorong anak untuk mencari teman yang mengusung nilai serta moral positif yang sama dengan anak dan mampu menghormati batasan. Bantu juga anak untuk belajar menyikapi perbedaan pendapat dalam pertemanan dengan.

5. Beri contoh mengenai kualitas-kualitas yang dibutuhkan dalam membangun hubungan pertemanan. Sebagai contoh, kualitas dalam hal kejujuran, kepercayaan, serta empati.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi