BANDA ACEH – Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji menyayangkan sikap kepolisian Polda Jawa Barat yang membuat pernyataan bahwa 2 DPO atas kasus pembunuhan Vina Cirebon fiktif atau tidak ada. Menurut Susno Duadji, hal itu justru mencoreng citra kepolisian.
Karena sebelum ditetapkan sebagai DPO, seharusnya sudah diketahui identitas para pelaku lengkap dengan sidik jarinya.
“Kata polisi kan asal sebut. Yang benar benar DPO itu hanya 1. Yang 2 itu, terhukum terhukum bilangnya asal sebut. Kalau begitu kan merusak citra Polri. Polisi berarti tidak ada check and recheck, and recheck, and recheck. Polisi berarti tidak kroscek,” kata Susno Duadji di podcast Deddy Corbuzier.
“DPO kan kalau di alamat tidak ketemu. DPO dibuat karena sudah menemui alamat itu, betul ada alamat ini, betul namanya ini, betul…, dll. Tapi karena nggak ketemu, baru ditetapkan DPO. DPO itu yang buat polisi, bukan tersangka lho. Ada sidik jarinya, sidik jari bisa dicari di sekolah, di kelurahan waktu minta KTP. Kan sudah dewasa, ada foto,” imbuhnya.
Menurut Susno Duadji, jika betul Polda Jawa Barat melakukan scientific investigation atas kasus meninggalnya Vina Cirebon dan Eky, seharusnya Pegi Setiawan, DPO yang ditangkap beberapa waktu lalu di Bandung, diberikan bukti yang membuatnya tidak dapat berkelit lagi untuk tidak mengakui perbuatannya.
Dengan demikian, Pegi dapat mengungkap fakta yang sesungguhnya atas kasus kematian Vina Cirebon dan Eky. Termasuk dengan mengungkap apakah 2 DPO itu benar-benar fiktif atau tidak.
“Kalau Pegi mengatakan iya nama ini nggak ada, hanya saya, maka ini selesai. Tapi kalau Pegi tidak mengatakan itu, orang akan bertanya jangan jangan yang dihilangkan ini adalah betul orang gede yang harus disembunyikan,” tuturnya.
Menurutnya, di media sosial banyak netizen kecewa atas pengumuman Polda Jawa Barat yang menyebut 2 tersangka DPO fiktif.
“Begitu Polri mengumumkan, kok segampang itu menghilangkan? Padahal itu terungkap dalam berita acara, Polri harus jawab ini,” katanya.
Susno Duadji juga menyoroti sketsa yang ditampilkan Polda Jawa Barat pada ketiga DPO beberapa waktu lalu di akun Instagram resminya. Menurutnya, sketsa seharusnya tidak diperlukan dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon. Karena identitas pelaku sudah dikantongi oleh kepolisian.
“Tidak perlu sketsa, sketsa itu orang yang tidak jelas wajahnya dan tidak jelas identitasnya, baru dibikin sketsa,” tuturnya.
Susno Duadji mengakui bahwa kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi di Cirebon pada 27 Agustus 2016 silam dilakukan dengan sangat keji. Dia pun berharap kasus tersebut dapat diungkap secara tuntas dan semua pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler