Penghargaan diserahkan Ema Setyawati, selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM RI kepada Perwakilan MIN 36 Aceh Besar Nurul Fajri, di dampingi ketua Kader PJAS MIN 36 Aceh Besar Nuraina.
MIN 36 Aceh Besar merupakan sekolah dari Provinsi Aceh yang mewakili BPOM Aceh pada ajang kegiatan yang berlangsung di Gedung Merah Putih BPOM Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2024) pagi.
“Alhamdulillah, Lomba Kantin Sehat atau PJAS Tingkat Nasional mewakili BPOM Aceh, tahun ini MIN 36 Aceh Besar mendapat Juara 2 Tingkat Nasional,” ujar Nurul Fajri, usai menerima penghargaan.
Nurul didampingi Nuraina menjelaskan, proses penilaian terhadap kantin MIN 36 Aceh Besar sudah berlangsung lama dan melibatkan lintas instansi, baik dari BPOM, Kemenag, Pemkab dan unsur Kementerian terkait.
“Jadi Alhamdulillah apa yang kita peroleh hari ini adalah hasil kerja keras dari banyak pihak. Kami menyampaikan terima kasih juga khususnya kepada bapak Kakanwil Kemenag Aceh dan Kakankemenag Aceh Besar yang senantiasa memberikan dukungan,” ujar Nurul.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar Saifuddin juga menyampaikan selamat atas capaian prestasi Madrasah di Kabupaten Aceh Besar itu.
Menurutnya menghadirkan kantin sekolah yang sehat merupakan kewajiban dari setiap warga madrasah demi menjaga tumbuh kembang peserta didik.
“Kami senantiasa mengingatkan kalau semua makanan dan minuman yang disediakan di kantin Madrasah wajib terjamin kesehatannya, gizi dan juga kehalalannya, ini komitmen kita bersama untuk mewujudkan keamanan dari jajanan siswa,” ujar Saifuddin.
Saifuddin menyampaikan apresiasi kepada pihak MIN 36 Aceh Besar serta berharap capaian tersebut mampu diikuti oleh madrasah-madrasah lain di jajaran Kemenag Aceh Besar. Apalagi saat ini kata Saifuddin Kemenag sedang gencar-gencarnya melakukan sertifikasi produk halal dan salah satunya adalah sertifikasi halal produk kantin di lingkungan Kemenag.
“Kalau bicara Kantin di lingkungan Kemenag maka yang paling banyak kan di lingkungan Madrasah, makanya ini menjadi tanggung jawab kita bersama mewujudkan Kantin halal, karena kalau sudah halal maka dijamin bersih dan sehat. Kalau sudah bersih dan sehat maka dipastikan apa yang dijual aman dikonsumsi oleh peserta didik,” lanjut Mantan Kabag TU Kemenag Aceh itu.
Kendati demikian, Saifuddin mengakui untuk mewujudkan keamanan jajanan anak usia sekolah dibutuhkan kolaborasi semua pihak, tidak hanya penjaga kantin ataupun guru di sekolah akan tetapi juga peran orang tua dan pedagang yang berjualan di sekitar sekolah.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler