OPINI
OPINI

Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari Sisi Internal Auditor: Urgensi dan Tanggung Jawabnya

Pendahuluan

PRAKTIK Penyuapan adalah bentuk korupsi yang memiliki dampak serius terhadap integritas bisnis (good corporate governance) dan tata kelola pemerintahan (clean government). Untuk mengatasi masalah ini, banyak organisasi mengadopsi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang sesuai dengan standar internasional seperti ISO 37001. Peran internal auditor dalam mengawasi dan memastikan efektivitas SMAP sangat krusial. Artikel ini membahas peran tersebut dari sisi internal auditor.

Tugas dan Tanggung Jawab Internal Auditor dalam SMAP

Ilustrasi Manajemen Anti Suap. FOTO/Qfsindonesia. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Ilustrasi Manajemen Anti Suap. FOTO/Qfsindonesia. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Ada beberapa tugas dan tanggung jawab sebagai Internal Auditor dalam implementasi SMAP pada suatu organisasi, antara lain sebagai berikut, yang pertama Pengawasan Kepatuhan, Internal auditor bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur anti-penyuapan yang ditetapkan oleh organisasi telah diimplementasikan dengan benar dan efektif dan senantiasa melakukan review terhadap seluruh kebijakan terkait, termasuk kode etik, prosedur pelaporan, dan mekanisme perlindungan saksi. Yang kedua proses evaluasi risiko, Internal auditor harus mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko penyuapan yang mungkin dihadapi oleh organisasi dan melakukan asesmen risiko secara berkala untuk memahami area-area yang rentan terhadap penyuapan dan merekomendasikan tindakan mitigasi yang sesuai. Fase ketiga pada proses Audit dan Inspeksi, fase ini auditor melakukan audit internal secara rutin untuk memeriksa kepatuhan terhadap SMAP serta melakukan inspeksi mendadak jika ditemukan indikasi adanya penyuapan atau pelanggaran kebijakan anti-penyuapan. Tahap keempat implementasi Pelaporan dan Rekomendasi, dengan menyusun laporan audit yang mencakup temuan, analisis, dan rekomendasi untuk perbaikan dan menyampaikan laporan tersebut kepada manajemen senior dan, jika diperlukan, kepada Dewan Direksi atau komite audit. Tahap kelima perlu adanya pelatihan dan penyuluhan, dengan memberikan pelatihan kepada karyawan mengenai kebijakan anti-penyuapan dan pentingnya kepatuhan dan mengadakan penyuluhan rutin untuk mengingatkan kembali pentingnya integritas dan etika dalam bisnis.

Prose Audit SMAP oleh Internal Auditor

We're againts a corruption. FOTO/Barata. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
We’re againts a corruption. FOTO/Barata. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website