OPINI
OPINI

Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari Sisi Internal Auditor: Urgensi dan Tanggung Jawabnya

Dalam proses audit Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Internal Auditor harus mempersiapkan sebagai berikut, diawali dengan Perencanaan Audit, Internal auditor harus menyusun rencana audit yang mencakup ruang lingkup, tujuan, dan metodologi yang akan digunakan dan mengidentifikasi dokumen dan data yang dibutuhkan untuk audit. Tahap berikutnya dilaksanakan proses audit dengan mengumpulkan dan menganalisis data terkait kebijakan dan prosedur anti-penyuapan, melakukan wawancara dengan karyawan dan manajemen untuk memahami implementasi SMAP di lapangan dan memeriksa bukti-bukti pelaksanaan kebijakan, seperti catatan pelaporan, hasil investigasi internal, dan hasil asesmen risiko. Tahap ketiga dilakukan Evaluasi dan Analisis, Internal auditor mengevaluasi efektivitas SMAP berdasarkan temuan audit dan mengidentifikasi kelemahan dan area yang memerlukan perbaikan. Pada tahap ketiga mempersiapkan laporan temuan, internal auditor menyusun laporan yang komprehensif mencakup temuan audit, analisis, dan rekomendasi serta mendiskusikan hasil audit dengan manajemen untuk memastikan pemahaman dan komitmen terhadap rekomendasi perbaikan. Pada tahap akhir mempersipakan tindak lanjut, Internal auditor melakukan tindak lanjut untuk memastikan bahwa rekomendasi telah diimplementasikan dan melakukan review lanjutan jika diperlukan untuk menilai efektivitas tindakan perbaikan.

Tantangan yang Dihadapi Internal Auditor dalam SMAP

Sistem Manajemen Anti Penyuapan. FOTO/pibc.foodstation.co.id. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Sistem Manajemen Anti Penyuapan. FOTO/pibc.foodstation.co.id. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Ada beberapa tantangan dalam implementasi SMAP, antara lain sebagai berikut, yang pertama adanya kompleksitas regulasi, Internal Auditor harus mampu mengikuti perubahan regulasi dan standar internasional terkait anti-penyuapan bisa menjadi tantangan tersendiri dan juga harus selalu memperbarui pengetahuan dan pemahaman mereka tentang regulasi yang berlaku. Tantangan kedua adanya Budaya Organisasi yang tidak mendukung integritas dan kepatuhan bisa menjadi hambatan dalam penerapan SMAP dan Internal auditor perlu bekerja sama dengan manajemen untuk membangun budaya yang mendukung nilai-nilai etika dan kepatuhan. Ketiga adanya tekanan internal dan eksternal seperti target bisnis yang tinggi atau tekanan dari pihak ketiga, dapat mempengaruhi efektivitas SMAP dan Internal auditor harus memiliki independensi dan keberanian untuk melaporkan temuan meskipun ada tekanan.

Kesimpulan

Internal auditor memegang peran penting dalam memastikan efektivitas Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dalam sebuah organisasi. Melalui pengawasan kepatuhan, evaluasi risiko, audit rutin, pelaporan yang transparan, serta pelatihan dan penyuluhan, internal auditor dapat membantu organisasi mencapai tujuan anti-penyuapan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, komitmen dan integritas internal auditor sangat diperlukan untuk membangun lingkungan bisnis yang bersih dan beretika.[]

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website