OPINI
OPINI

Hancurnya Raja Lalim

Penulis: Suroto**

DUNIA hari ini adalah hasil dari pergulatan ide, dan juga desakan keadaan hari kemarin. Hal-hal yang penuh rekayasa dan atau sesuatu yang terjadi secara alamiah. Tetapi tata dunia hari ini sepertinya tak pernah berubah dalam gambarkan hegemoni yang panggah dari kepentingan satu, atau sekelompok orang yang sakit jiwa. Mereka yang ingin terus perlu merasa berharga dan dihargai oleh dunia.

Segelintir orang menghegemoni dan menguasai secara material harfiah hingga hal-hal imaterial spiritual. Lalu sebagian besarnya tunduk dan taat mengamini sebagai kebenaran, menjadi kewajaran baru. Hal itu sebagai sebuah tata dunia yang keropos.

Dulu kala ketika dunia ini belum dikuasai oleh kaum kapitalis-finansialis hari ini, adalah berada di bawah kuasa para pembawa agama yang penuh dogma. Mereka yang berusaha membawakan narasi sebuah fiksi untuk membentuk keteraturan. Mereka bahkan berusaha untuk saling memenangkanya dalam bentuk sugesti ringan hingga peperangan bersimbah darah.

Agama-agama itu diciptakan oleh seorang Mesias, pembaharu yang berusaha keras katakan dunia ini butuh ketertiban baru dan tatanan baru. Dia, Sang Mesias itu datang menertibkan dunia yang dianggap jahiliyah, karut marut, dan chaos.

Dia datang dengan tawaran nilai dan prinsip agar orang percaya dan memiliki kepercayaan pada aturan yang diciptakanya dengan mantra “engkaulah orang yang terpilih!”.

Para agamawan dengan perangkat elitisnya: Mesias dengan kitabnya, wakil wakilnya, pendogma sebagai penyuluh lapang, datang menghegemoni manusia lain yang dalam hidup ini dianggap kehilangan orientasi dan kehilangan jatidiri. Mereka yang  tak mampu kendalikan diri dan tak sanggup hadapi pahit getir hidup ini masuk menjadi penganut.

Dogma bekerja membuat manusia yang berharga sebagai yang berhubungan dengan “elite” agamawan. Mereka yang punya hubungan khusus semakin dekat dengan Sang Mesias adalah yang hidupnya memiliki tingkat keberesan terbaik. Mereka dijamin terhubung sampai kematianya. Dipuja dan dielukan sampai beranak pinak membentuk kekerabatan, untuk satu tujuan: Politik. Menguasai dunia seisinya hingga akhir zaman.

Mesias yang satu mendapat tentangan dari mesias lainya yang lahir belakangan. Muncul sebagai perongrong baru. Ciptakan gerombolan baru mengikis  dogma lama dan mengajak secara paksa orang agar tidak mempercayainya. Keluar sebagai kafir. Tidak mempercayai dalil lama.

Ketika agama agama itu dalam kondisi mapan, telah juga lahirkan sekelompok anak muda yang terbuat dari  baja sepuhan berfisik kuat untuk menaklukkan orang lain. Mereka yang paling kuat tajinya lalu diangkat jadi pemimpin mereka. Mereka menobatkan dia menjadi Raja.

image_print
1 2 3 4

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website