Memuat berita...

Imsak --:--
Iftar --:--
ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Pakar Ungkap Dua Kemungkinan Sumber Kebocoran Data DJP

Informasi bocornya data ini pertama kali disampaikan pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto. Ia mengunggah tangkapan layar situs Breach Forums yang berisi tentang telah diretasnya 6 juta data pajak dan diperjualbelikan dalam situs tersebut. Enam juta data pribadi itu dijual seharga US$ 10.000 atau sekitar Rp 150 juta (kurs Rp 15 ribu per dollar AS).

Sebelum membeli, Bjorka menawarkan sampel berisi 10 ribu data pajak itu. Tempo mendapatkan sampel itu dengan cara mendowload langsung dari situs yang disediakan Bjorka.

Di antara 10 ribu data itu, urutan pertama langsung menampilkan data pribadi milik Presiden Joko Widodo, disusul data anak sulungnya sekaligus Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, dan anak bungsunya Kaesang Pangarep.

Berita Lainnya:
Pengamat: Prabowo Berpeluang Ikuti Jejak SBY-Jokowi Menuju Periode Kedua

Selanjutnya, ada juga data pajak milik Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri  Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Data pajak itu terdiri dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), data kependudukan seperti nama hingga alamat, telepon, tanggal daftar wajib pajak, status Pengusaha Kena Pajak (PKP), tanggal pengukuhan PKP, jenis wajib pajak, hingga badan hukum.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti, mengatakan, data itu bukan bocor dari instansinya. “Data log access dalam enam tahun terakhir menunjukkan tidak adanya indikasi yang mengarah kepada kebocoran data langsung dari sistem informasi DJP,” ujar Dwi dalam keteranganya, Jumat 20 September 2024.

Berita Lainnya:
Perang Dunia Meletus? Ini Rudal QW-3 Andalan TNI AU yang Siap Sapu Ancaman Udara

Ia menjelaskan, struktur data yang tersebar bukan merupakan struktur data yang terkait dengan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak. Ia mengaku belum tahu asal kebocoran data itu. DJP saat ini masih berkoordiansi dengan berbagai pihak.

“Koordinasi dengan Kemenkominfo, BSSN, dan Kepolisian Republik Indonesia untuk menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Dwi.

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya