Modernisasi Sistem Nuklir Israel
Menurut laporan Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) Juni 2024, Israel telah meningkatkan sistem senjata nuklirnya, memodernisasi fasilitas produksi di selatan, kemungkinan dekat Dimona. Meskipun Israel tidak pernah secara resmi mengakui memiliki senjata nuklir, secara luas diyakini negara itu memiliki sekitar 90 hulu ledak.
Laporan tahunan SIPRI, yang meninjau perkembangan sepanjang tahun 2023 hingga Januari 2024, juga mengklaim bahwa ada bukti Israel sedang dalam proses meningkatkan reaktor nuklirnya di kota selatan Dimona.
Israel telah lama memiliki kebijakan ‘ambiguitas nuklir’, tidak membenarkan atau menyangkal persenjataan nuklirnya. Selama beberapa dekade, Israel telah menyatakan bahwa mereka bukan yang pertama memperkenalkan senjata nuklir ke Timur Tengah. Meskipun ada ambiguitas ini, perkembangan dan konflik geopolitik terkini, termasuk perang di Gaza dan serangan proksi yang didukung Iran, telah menyoroti pentingnya mencegah nuklir Israel.
Namun, komentar di publik oleh para pejabatnya telah mengisyaratkan kemampuan nuklir Israel. Secara historis, para pejabat Israel mempertimbangkan untuk mengerahkan senjata nuklir selama Perang Yom Kippur 1973 setelah serangan mendadak oleh pasukan Mesir dan Suriah.
Selain itu, pada November 2023, Menteri Heritage sayap kanan Amichai Eliyahu secara kontroversial mengusulkan untuk menjatuhkan semacam bom nuklir di seluruh Gaza sebagai tanggapan atas serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan lebih dari 1.200 warga sipil dan menyebabkan 251 orang disandera. Pernyataan serupa disampaikan anggota parlemen Likud Tally Gotliv.
Menurut SIPRI, persenjataan nuklir Israel dapat dikirim melalui jet tempur, kapal selam, dan rudal Jericho yang berbasis di darat. Serangan roket Hamas pada 7 Oktober dilaporkan mengenai Pangkalan Udara Sdot Micha, tempat rudal Jericho tersebut diduga ditempatkan.
Berbagai peristiwa terkini telah menyebabkan diskusi publik yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang kemampuan nuklir Israel. Krisis saat ini tentang kebijakan nuklir telah Israel membuka mata dunia lebih lebar.
































































































