Meski demikian, perlu upaya untuk mendorong investasi dengan meningkatkan produktivitas melalui peningkatan human capital, infrastuktur dan tata Kelola pemerintah yang baik.
Di sisi lain, Indonesia sedang mengalami penurunan kelas menengah 21,45 persen ke 19,82 persen. Kondisi ini menunjukkan pemulihan ekonomi pasca Covid-19 belum sepenuhnya merata, terutama belum menyentuh kelompok kelas menengah.
Selain itu, data Sakernas BPS ini menunjukkan tenaga kerja sebagian besar diserap oleh sektor informal pada periode 2019-2024.
Sedangkan, pada periode sebelumnya lapangan kerja yang tercipta lewat sektor formal. Hal ini menjelaskan mengapa porsi kelas menengah turun dan aspiring middle class naik, karena lapangan kerja yang tercipta lebih banyak pada sektor informal yang umumnya memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah dibanding sektor formal.
Oleh sebab itu, perlu kebijakan yang mendorong industri yang dapat menyerap tenaga kerja, seperti manufaktur dan pariwisata.
Adapun, kuliah umum ini dihadiri lebih dari 300 peserta yang terdiri dari para guru besar usu, doktor dan para dosen dari hampir 20 PTN/PTS sekota medan, serta asosiasi pelaku usaha dan juga nasabah utama dari bank mandiri.
Peserta yang hadir pada kegiatan ini menyebutkan insight yang diberikan narasumber membuka wawasan sekaligus memberi optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun mendatang.[]





























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…