MEDAN – Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (aIKAFEB USU) menggelar seminar nasional bertajuk Spiritual Leadership dalam Menghadapi Krisis dan Perubahan pada Minggu (16/3/2025).
Acara yang berlangsung di Lake Toba Hall, Gedung Menara Mandiri, Medan, ini berkolaborasi dengan Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU membuka seminar dengan mengapresiasi antusiasme peserta serta menyampaikan terima kasih kepada IKAFEB USU atas inisiatifnya dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
Ketua IKAFEB USU yang juga Direktur Compliance & Human Capital Bank Mandiri, Agus Dwi Handaya, menegaskan bahwa seminar ini merupakan bentuk kontribusi alumni dalam memajukan USU.
Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada angka dan target, tetapi juga mampu menginspirasi dan memberdayakan orang lain.
“Seorang pemimpin harus menyeimbangkan tiga aspek utama yang saya sebut 3N: Nagih (menuntut hasil berkualitas), Nata (mengelola dan memobilisasi tim), serta Nuntun (memberikan dukungan dan pemberdayaan bagi tim),” ujar Agus.
Seminar ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Komaruddin Hidayat, Komisaris Independen BSI, yang menekankan bahwa kepemimpinan spiritual dapat memberikan arah dan makna dalam menghadapi perubahan dunia.
Menurutnya, kepemimpinan berbasis nilai-nilai spiritual mampu membangun organisasi yang berlandaskan etika, kepercayaan, dan ketahanan.
Sementara itu, Wakil Rektor UINSU, Prof. H. Azhari Akmal Tarigan, membahas krisis kepemimpinan dan kemanusiaan yang dihadapi saat ini.
Ia menyoroti semakin langkanya pemimpin berintegritas serta tantangan sosial seperti ketidakpastian identitas, kesehatan mental, dan kesenjangan sosial.
“Dalam situasi ini, kepemimpinan spiritual menjadi amanah penting yang harus diemban untuk membawa nilai etika dan manfaat bagi banyak orang,” kata Azhari.
Diskusi yang dipandu oleh Maf’ul Taufiq, Sekretaris IKAFEB USU, ini dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, pegawai Bank Mandiri, BSI, serta pelaku usaha di Medan.
Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru dan optimisme dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Selain seminar, acara ini juga menandai peluncuran program CINOX2025 kompetisi proposal proyek yang bertujuan mendorong inovasi di berbagai sektor, seperti perdagangan, industri, pertanian, perikanan, peternakan, dan jasa.[]
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler