“Bayangkan jika untuk memasuki bulan suci Ramadhan kita harus membayar biaya tertentu, berapa yang harus kita keluarkan, namun, Allah Yang Maha Pemurah memberikan kesempatan ini secara cuma-cuma sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya,” ungkap Imam Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, ini.
.
Pada bagian lain khutbahnya, Tgk Didi Wahyudi menyampaikan, kini Ramadhan telah berlalu, namun bagaimana agar semangat ibadah tetap terjaga, bahkan meningkat. Kuncinya adalah memahami ibadah kita harus berlandaskan tauhid kepada Allah. Sebagaimana firman-Nya: “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
“Islam mengajarkan bahwa tujuan utama kehidupan kita beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan seharusnya terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya,” tegasnya.
Allah Swt berfirman: “Barang siapa yang mengerjakan kebajikan, maka (pahala) untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat kejahatan, maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.” (QS. Fushshilat: 46)
Setiap amal perbuatan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri. Nabi Muhammad saw telah mengajarkan umatnya untuk selalu berbuat kebaikan, dan kebaikan itu akan membawa manfaat bagi mereka yang mengamalkannya.
“Sebaliknya, orang-orang yang menolak dakwah Nabi justru menanggung keburukan akibat penolakannya,” pungkas Tgk Didi Wahyudi.































































































