BANDA ACEH – Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di kediaman Topan Obaja Putra Ginting, Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara non-aktif pada Rabu (2/07/2025) pagi hari.Rumah yang berlokasi di perumahan elite Cluster Topaz, Royal Sumatera, Jalan Jamin Ginting, Medan ini memiliki akses yang dijaga ketat oleh aparat.
Saat penyidik tiba di rumah tersebut, mereka langsung disambut sejumlah aparat bersenjata laras panjang tepat ketika mobil penyidik tiba sekitar pukul 09.30 WIB.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus korupsi proyek jalan di Mandailing Natal yang sebelumnya melibatkan operasi tangkap tangan (OTT) pada akhir Juni lalu
Seperti dilansir dari Kompas.com hingga siang, tim KPK masih menelusuri sejumlah lokasi di rumah tersebut.
Hasil penggeledahan mengejutkan publik
Dari penggeledahan tersebut, ditemukan uang tunai sebesar Rp 2,8 miliar, disimpan dalam 28 pak yang diletakkan di ruang utama rumah.
Selain itu, tim juga mengamankan dua senjata api, yaitu pistol merek Beretta beserta tujuh butir amunisi, dan satu senapan angin dengan dua paket amunisi air gun
Menurut juru bicara KPK Budi Prasetyo, temuan ini menunjukkan aliran dana dan potensi penyalahgunaan wewenang dalam dugaan suap proyek jalan.
Ia menyebut senjata api dan uang tunai tersebut sedang didalami dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak kepolisian untuk menetapkan status hukum dan asal-usulnya
Rumah pribadi Topan ini dipandang sebagai lokasi strategis karena berdekatan dengan kantor Dinas PUPR Sumut sekitar satu kilometer dan sebelumnya sempat disebut sebagai “kantor sementara” oleh warga sekitar.
KPK sendiri telah menggeledah kantor Dinas PUPR dan satu rumah lain di Jalan Busi dalam operasi yang sama untuk mengumpulkan bukti berbasis dokumen proyek jalan di bawah Satker PJN Wilayah I
Hingga saat ini, KPK telah menetapkan lima tersangka dari kasus korupsi ini.
Mereka adalah Topan Ginting, Kepala UPTD Gunung Tua Rasuli Efendi Siregar, PPK Heliyanto, serta dua direktur dari pihak swasta, M. Akhirun Efendi Siregar (PT DNG) dan M. Rayhan Dulasmi Pilang (PT RN)
Dari OTT, KPK telah menyita uang senilai Rp 231 juta sebagai bagian dari suap, sementara dana suap total dari proyek jalan diperkirakan mencapai 10–20 persen dari nilai kontrak sekitar Rp 231,8 miliar
Penggeledahan di rumah Topan menandai eskalasi signifikan dalam penanganan kasus ini.
Temuan uang tunai dan senjata api menambah kompleksitas penyidikan, karena KPK tidak hanya berbicara soal suap, tetapi juga potensi kejahatan terkait kepemilikan senjata ilegal.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler