BANDA ACEH – Dalam langkah bersejarah menuju kemandirian halal nasional, LP3H Yayasan Matahari resmi mencatatkan tonggak baru mengaktifkan 2.022 pendamping Proses Produk Halal (PPH) di 34 provinsi di Indonesia.
Gerakan masif ini bukan hanya mencerminkan perluasan jaringan, tapi juga menjadi simbol tekad kuat LP3H untuk mengawal membantu UMKM menuju sertifikasi halal yang mudah, cepat, dan terpercaya.
Gerakan dimulai dari Aceh hingga menyebar seluruh Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua memastikan bahwa tidak ada satu jengkal tanah pun di Indonesia yang luput dari semangat pendampingan halal.
“Kami tidak hanya hadir secara administratif, tapi benar-benar turun ke lapangan. Pendamping kami adalah mitra strategis bagi pelaku usaha di seluruh pelosok negeri, bahkan di daerah 3T sekalipun,” ujar Pujo Basuki, Ketua LP3H Yayasan Matahari.
Distribusi para pendamping ini merefleksikan strategi LP3H yang berimbang—menguatkan provinsi-provinsi padat industri seperti Jawa Timur (268 pendamping), Jawa Tengah (197 pendamping), Jawa Barat (265 pendamping), Sumatera Utara (110 pendamping) serta membangun pondasi awal di wilayah-wilayah potensial yang masih berkembang.
Langkah ini juga sejalan dengan visi besar pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia, di mana peran pendamping halal menjadi krusial dalam mendampingi proses produk, memverifikasi dokumen, dan membina pelaku usaha memahami pentingnya standar halal-thayyib.
Dengan semangat “dari Aceh untuk Indonesia Halal”, LP3H Yayasan Matahari tidak berhenti pada capaian angka, namun terus membangun kapasitas SDM, kolaborasi lintas sektor, dan digitalisasi sistem pendampingan halal secara berkelanjutan.
Pulau Demi Pulau Bergerak Bersama Menuju Indonesia Halal
Gerakan halal tak lagi milik pusat kota atau wilayah tertentu saja. Yayasan Matahari membuktikan bahwa komitmen terhadap proses produksi halal telah merata di seluruh penjuru negeri. Dari barat hingga timur, dari pulau besar hingga kepulauan kecil, sebanyak 2.022 pendamping halal yang tersebar di 34 provinsi telah teregistrasi dan siap mendampingi pelaku usaha di lapangan.
Data rekapitulasi persebaran pendamping menunjukan, hampir setengah pendamping di luar Jawa berasal dari Sumatera. Pulau Sumatera dengan 928 Pendamping terdaftar didominasi Aceh, Sumut, dan Sumsel menjadikan Sumatera sebagai wilayah non-Jawa terkuat dalam gerakan halal.
Berikut rincian jumlah pendamping yaitu Aceh: 437, Sumatera Utara: 110, Sumatera Selatan: 72, Lampung: 69, Sumatera Barat: 39, Riau: 54 dan sisanya Bengkulu, Jambi, Kepri, Babel.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler