ACEH
ACEH

Wali Kota Sabang luncurkan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

BANDA ACEH – Guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sekolah.

Kegiatan kolaborasi Dinas Kesehatan dan KB, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu, digelar di Halaman SMP Negeri 2 Sabang, Senin (11/8).

Wali Kota Sabang mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yang bertujuan menjamin kesehatan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda penerus bangsa.

“Kegiatan ini merupakan arahan bapak presiden dan tentunya sangat penting bagi anak-anak kita, generasi muda Kota Sabang. Dengan adanya program CKG, diharapkan deteksi dini masalah kesehatan pada siswa dapat dilakukan lebih cepat, sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat segera diberikan,” kata Zulkifli.

Kegiatan ini dilaksanakan juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan anak usia sekolah. Pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang, konsentrasi belajar, dan prestasi siswa/i.

“Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan generasi muda Sabang tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, kesehatan merupakan modal utama untuk meraih prestasi. Oleh karenanya, Ia mengajak seluruh siswa, guru, serta orang tua untuk menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat dan memanfaatkan program ini secara optimal.

“Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan anak-anak kita. Konsumsilah makanan yang bergizi, salah satunya dengan gemar makan ikan, serta jauhi rokok dan makanan yang tidak baik bagi kesehatan, terutama yang mengandung penyedap rasa buatan dan zat kimia berbahaya lainnya,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang, Edi Suharto menjelaskan pemeriksaan kesehatan dalam program CKG mencakup pengecekan tekanan darah, mata, gigi, telinga, kesehatan jiwa, status gizi, tuberkulosis, diabetes mellitus, kebiasaan merokok, kebugaran, hepatitis B dan C, kesehatan reproduksi, talasemia, anemia (kelas 7), riwayat imunisasi (kelas 9), kusta (endemis), skabies, dan malaria.

“Pemeriksaan kesehatan di sekolah akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, kemudian jenis pemeriksaan juga disesuaikan dengan tingkat pendidikan peserta. Kegiatan ini melibatkan 15 tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat, dokter gigi, perawat, bidan, surveilans, promosi kesehatan, serta petugas gizi,” terangnya.

1 2

Reaksi

Berita Lainnya