JAKARTA – Seorang aktivis diaspora Indonesia, Salsa Erwina Hutagalung, mendadak menjadi sorotan publik setelah video orasinya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Salsa menyampaikan kritik tajam kepada DPR RI sekaligus membacakan 12 tuntutan rakyat yang ia sebut harus segera ditindaklanjuti sebelum 5 September 2025 pukul 23.59 WIB.
Salsa, yang kini menetap di Aarhus, Denmark, dikenal sebagai manajer strategi, kreator konten, sekaligus pendiri podcast pengembangan diri “Jadi Dewasa 101”. Lewat podcast itu, ia banyak membahas isu kemandirian, karier, dan kesehatan mental, sehingga akrab di kalangan muda. Namun kali ini, perhatiannya tertuju pada dinamika politik tanah air.
Dalam video berdurasi belasan menit itu, Salsa menilai DPR gagal menjalankan fungsi perwakilan rakyat. Ia menyoroti 580 anggota parlemen yang digaji dari pajak rakyat, namun dianggap abai mendengar aspirasi masyarakat. “Gerakan sukarela di media sosial justru lebih efektif, sementara parlemen yang dibiayai rakyat tidak peka sama sekali. Seharusnya kalian malu,” tegasnya.
Salsa lalu membacakan 12 tuntutan rakyat, antara lain:
- Segera sahkan RUU Perampasan Aset.
- Pecat anggota DPR yang terbukti menghina rakyat, termasuk Ahmad Sahroni, Dedi Citorus, dan Bambang Pacul.
- Bebaskan aktivis yang ditahan karena menyuarakan aspirasi.
- Lakukan reformasi total DPR, termasuk audit anggaran Rp9,6 triliun, penghapusan tunjangan berlebihan, dan keterbukaan rapat publik. Lakukan hal berikut:
-
Audit transparan anggaran Rp9,6 triliun per tahun.
-
Laporan penyerapan anggaran tiap bulan kepada rakyat.
-
Pangkas tunjangan dan fasilitas tidak penting.
-
Kurangi jumlah anggota DPR.
-
Hapus budaya gila hormat: kalian adalah karyawan rakyat, bukan majikan.
-
Tolak mantan koruptor sebagai anggota DPR maupun BUMN.
-
Hapus perlakuan istimewa: pajak ditanggung pribadi, tanpa kawalan khusus, tanpa tunjangan mobil.
-
Hapus pensiun seumur hidup bagi anggota DPR satu periode.
-
Semua rapat harus terbuka dan bisa disaksikan rakyat secara langsung.
-
- Batasi gaji dan tunjangan DPR maksimal 5 kali UMR nasional.
- Tetapkan indikator kinerja (KPI) DPR yang jelas dan evaluasi rutin.
- Audit menyeluruh BUMN yang terus merugi.
- Batalkan rencana kenaikan pajak dan iuran BPJS.
- Adili pelaku pembunuhan aktivis Afan serta copot Kapolri.
- Naikkan gaji guru dan tenaga kesehatan.
- Reformasi menyeluruh kepolisian agar berpihak pada rakyat.
- Hentikan intrik politik yang merugikan rakyat.
Salsa menegaskan, DPR hanya punya waktu 7 hari untuk membuktikan diri. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, ia menyebut pembubaran DPR menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler