Kondisi sosial masyarakat juga dijaga dalam Islam. Kepedulian di antara masyarakat akan terbangun sehingga seorang muslim tidak akan membiarkan tetangga/ saudaranya berada dalam kesulitan, mereka akan bersegara menolong.
Lenih dari itu, negara juga menyediakan layanan kesehatan dengan fasilitas terbaik, murah bahkan gratis, serta prosedur yang mudah. Hal ini agar layanan kesehatan tersebut dapat diakses oleh semua kalangan, sebagaimana yang terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin.
Mengenai kepedulian sosial, Allah SWT berfirman dalam Surah Al Hujarat ayat 10, yang artinya :”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara…..”. Implementasi dari ayat ini adalah kemampuan untuk berempati pada keadaan orang lain.
Adapaun pada mereka yang diberi amanah dengan kekuasaan untuk me-ri’ayah (mengurusi) rakyat diwujudkan dengan pelaksanaan tanggung jawab pemerintahan yang tak kenal waktu dan tempat. Melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan maksimal semata-mata karena Allah.
Rasulullah saw. bersabda, “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun an ra’iyyatihi.” Artinya, “Setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” Imam Suyuti mengatakan, lafaz raa‘in (pemimpin) adalah setiap orang yang mengurusi kepemimpinannya. Lebih lanjut ia mengatakan, “Setiap kamu adalah pemimpin.” Artinya, penjaga yang tepercaya dengan kebaikan tugas dan apa saja yang di bawah pengawasannya. Wallahu A’lam Bishawwab.
**). Penulis Pekerja Sosial Dinas Sosial Kab. Kolaka
































































































