BANDA ACEH – Proses evaluasi dan uji kompetensi pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh menuai sorotan tajam.
Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (DPP CIC) menilai mayoritas pejabat yang mengikuti seleksi belum memahami secara utuh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA), dokumen strategis yang menjadi pedoman arah pembangunan daerah.
Ketua Harian DPP CIC, Sulaiman Datu, menyebutkan, berdasarkan pantauan pihaknya selama dua hari pelaksanaan uji kompetensi—Senin hingga Selasa (8–9/9/2025) di Ruang Pansel Lantai II Gedung Serbaguna, Kantor Gubernur Aceh—terungkap fakta mengejutkan bahwa sekitar 90 persen dari 27 pejabat yang dipanggil tidak mampu menguraikan secara memadai isi RPJMA.
“Kalau RPJMA saja tidak dipahami, bagaimana mungkin mereka mampu mengeksekusi pembangunan secara efektif di seluruh Aceh?” kata Sulaiman kepada HARIANACEH.co.id, Rabu (10/9/2025).
Dalam seleksi kali ini, 27 pejabat eselon II hadir memenuhi panggilan. Satu orang dipanggil khusus untuk evaluasi kinerja, sementara sisanya menjalani uji kompetensi sebagai syarat menempati jabatan struktural.
Menurut CIC, kegagalan memahami RPJMA merupakan sinyal serius adanya masalah dalam kualitas kepemimpinan birokrasi Aceh.
“RPJMA adalah dokumen lima tahunan yang disusun berdasarkan visi-misi kepala daerah dan disahkan bersama DPRA. Jika pejabat tidak menguasainya, maka dikhawatirkan program pembangunan hanya dijalankan secara administratif tanpa arah strategis yang jelas,” jelas Sulaiman sambil meneguk segelas Kopi Arabica.
DPP CIC juga menegaskan agar Panitia Seleksi (Pansel) Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama yang diketuai T. Setia Budi bersikap profesional, transparan, dan tidak tunduk pada intervensi politik maupun tekanan kelompok tertentu.
“Kami minta Pansel tidak menerima lobi-lobi dari pihak manapun. Rekomendasi harus diberikan kepada pejabat yang benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan menguasai substansi RPJMA,” tegas Sulaiman masih dengan tegukan Kopi Arabica-nya.
Ia menambahkan, CIC akan terus mengawal proses seleksi ini, termasuk memantau rekam jejak para pejabat yang diusulkan untuk menduduki jabatan strategis.
“Kami akan menyampaikan pandangan dan masukan kepada Gubernur Aceh agar lebih berhati-hati dalam memberikan kepercayaan. Jangan sampai penempatan pejabat hanya sekadar bagi-bagi kursi, tanpa melihat kualitas dan dampaknya terhadap pembangunan Aceh,” ujarnya.
Selain menyoroti lemahnya pemahaman pejabat terhadap RPJMA, CIC (Sulaiman Datu, -red) juga menyarankan adanya peremajaan birokrasi di Aceh.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler