ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Pengamat Asing Soroti ada Ketegangan antara Prabowo Subianto dan Sri Mulyani

Sri Mulyani, 63 tahun, telah memimpin Kementerian Keuangan hampir 14 tahun dalam dua dekade terakhir di bawah tiga presiden berbeda. Kariernya dimulai pada 2005 saat diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian kembali dipercaya Presiden Joko Widodo pada 2016. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berhasil meraih peringkat kredit layak investasi.

Bagi banyak investor, Sri Mulyani dianggap sebagai benteng kredibilitas fiskal Indonesia.

Berita Lainnya:
Sidang Praperadilan Yaqut Sebut Penetapan Tersangka Tidak Sah dan Minim Bukti

“Selama ini, Sri Mulyani adalah simbol utama kredibilitas fiskal Indonesia,” ujar Charlie Robertson, Kepala Strategi Makro FIM Partners Dubai.

“Investor asing mungkin masih percaya pada kekuatan ekonomi Indonesia, tetapi sentimen di dalam negeri rapuh. Risiko terbesar adalah investor lokal lebih memilih surat utang AS ketimbang obligasi Indonesia, yang bisa semakin menekan nilai Rupiah,” tambahnya.

Berita Lainnya:
Ajudan Jadi Tersangka Baru, KPK Terus Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi yang Jerat Abdul Wahid

Sementara itu, Mohit Mirpuri, mitra senior di SGMC Capital Pte, menilai kepergian Sri Mulyani menandai berakhirnya era kredibilitas fiskal.

“Namun, Sri Mulyani telah meninggalkan fondasi yang kuat, dan Indonesia masih memiliki teknokrat berpengalaman seperti Purbaya. Tantangannya adalah menjaga kesinambungan kebijakan agar kepercayaan pasar bisa cepat pulih,” jelasnya.

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya