BANDA ACEH – Organisasi Siaga 98 menyoroti langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri. Langkah tersebut dinilai di luar kelaziman karena Presiden RI, Prabowo Subianto, sebelumnya telah membentuk Tim Penasehat Kamtibmas dan Reformasi Polri yang dipimpin Jenderal Polisi (purn) Ahmad Dofiri.“Di luar kelajiman, sebab Presiden sudah membentuk Tim Penasehat Kamtibmas dan Reformasi Polri yang dipimpin oleh Jenderal Ahmad Dofiri yang bertujuan untuk membantu presiden dalam hal memberikan masukan terkait Kamtibmas dan reformasi Polri. Belum bekerja tim ini, Kapolri telah membentuk tim internal tersendiri. Suatu langkah yang tidak lazim,” kata Hasanuddin dari SIAGA 98 dalam keterangan resminya, Selasa (23/9/2025).
SIAGA 98 juga menyoroti tidak dilibatkannya dua unsur penting dalam tubuh Polri, yakni Kabareskrim dan Kabaharkam Mabes Polri. Padahal, menurut mereka, kedua institusi tersebut merupakan kunci dalam agenda reformasi.
“Dalam hal Polri serius melakukan evaluasi internal dengan membentuk tim tersendiri untuk membantu reformasi Polri melalui proses transformatif, namun, 2 hal penting tidak dilibatkan yaitu Kabareskrim dan Kabaharkam Mabes Polri. Sebab, point penting dalam agenda reformasi Polri adalah menegaskan Polri sebagai aparatur penegak hukum (Bareskrim) dan aparatur keamanan dan ketertiban (Baharkam). Namun kedua ini justru tidak masuk dalam komposisi tim internal Polri,” tegas Hasanuddin.
Lebih lanjut, SIAGA 98 mempertanyakan efektivitas tim yang dibentuk Kapolri, mengingat Ketua Tim, Komjen Chryshnanda Dwilaksana, akan memasuki masa pensiun akhir tahun ini, sementara Kabaintelkam Komjen A. Wiyagus juga akan pensiun pada Oktober.
“Reformasi Polri tentu memerlukan waktu dan proses, karena itu tim ini akan bekerja dalam beberapa bulan ke depan dan/atau setidaknya memerlukan waktu, namun Ketua Tim, Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana akan memasuki masa pensiun akhir tahun ini, demikian pula Kabaintelkam Komjen Pol Akhmad Wiyagus yang akan pensiun per Oktober, atau beberapa hari lagi,” jelasnya.
Menurut SIAGA 98, kondisi ini menimbulkan spekulasi baru mengenai keberadaan tim tersebut.
“POLRI sebagai bagian dari Presiden sesuai ketentuan UU Polri, sepatutnya mengikuti petunjuk dan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto. Kami berharap DPR RI ikut terlibat mengawasi proses ini, dan Kompolnas mewakili kepentingan Presiden RI sebagai kepanjangan tangan presiden dalam mengawasi POLRI,” pungkas Hasanuddin.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler