Oleh: Noufal Muksalmina
Sebagai seorang mahasiswa manajemen bisnis syariah, saya melihat bahwa infaq dan sedekah bukan hanya sekadar ibadah individual, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai instrumen sosial-ekonomi. Keduanya mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Aceh, dengan kekhususannya dalam penerapan syariat Islam, memiliki lembaga resmi bernama Baitul Mal. Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar khususnya memainkan peran penting dalam mengelola zakat, infaq, dan sedekah. Namun, saya berpendapat bahwa keberhasilan pengelolaan tidak hanya diukur dari banyaknya dana yang terkumpul, melainkan juga dari strategi efektif yang diterapkan dalam pemanfaatannya.
Memahami Infaq dan Sedekah
Bagi saya, penting untuk menegaskan perbedaan antara infaq dan sedekah agar strategi pengelolaannya bisa lebih tepat sasaran.
- Infaq: lebih berorientasi pada pemberian materi (harta atau penghasilan) untuk kepentingan umum maupun individu, tanpa batasan jumlah maupun waktu tertentu. Contohnya bisa untuk pembangunan masjid, beasiswa pendidikan, atau bantuan korban bencana.
- Sedekah: memiliki makna yang lebih luas. Tidak hanya berupa materi, tetapi juga bisa berupa tenaga, ilmu, atau bahkan senyum. Dengan kata lain, sedekah lebih fleksibel dan memiliki makna spiritual yang lebih dalam.
Dari sini, jelas bahwa infaq lebih spesifik pada aspek finansial, sedangkan sedekah bisa berwujud materi maupun non-materi. Namun keduanya sama-sama memiliki nilai sosial dan spiritual yang tinggi.
Peran Penting Baitul Mal
Menurut pengamatan saya, Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar berperan sebagai lembaga yang bukan hanya menghimpun, tetapi juga mengelola dan menyalurkan dana umat secara profesional. Ada empat fungsi penting yang saya nilai sangat strategis:
- Pengumpulan Dana – melalui kotak amal, transfer bank, layanan jemput donasi, hingga platform digital.
- Pengelolaan dan Penyaluran – dana disalurkan untuk mustahik dan program prioritas daerah dengan prinsip akuntabilitas.
- Edukasi dan Sosialisasi – mengajak masyarakat memahami pentingnya infaq dan sedekah sebagai solusi sosial.
- Transparansi dan Pengawasan – menyediakan laporan terbuka serta melibatkan pengawasan internal dan eksternal.
Keempat peran ini menjadi pondasi penting agar masyarakat percaya dan mau terus mendukung Baitul Mal.
Strategi Efektif Pengelolaan Infaq dan Sedekah
Agar manfaat infaq dan sedekah semakin terasa luas dan berkelanjutan, saya berpendapat ada beberapa strategi yang perlu terus diperkuat oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar:
1. Pemetaan Kebutuhan Masyarakat
Strategi yang paling mendasar adalah memahami dulu kebutuhan masyarakat — apakah persoalannya kemiskinan, pengangguran, kesehatan, atau pendidikan. Dengan data yang valid, program akan lebih tepat sasaran.






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…