LIFESTYLE
LIFESTYLE

5 Kesalahan Fatal Saat Memilih Workshop

BANDA ACEHWorkshop kini telah berubah menjadi industri besar, tempat orang-orang menjual “transformasi diri” dalam paket dua jam dengan sertifikat.

Sayangnya, di balik tren ini, banyak peserta yang justru pulang dengan kekecewaan: tidak mendapatkan ilmu yang dijanjikan, atau merasa materi yang diberikan bisa mereka temukan gratis di internet.

Masalahnya bukan di workshop-nya. Tapi di cara kita memilih. Banyak orang tergoda oleh popularitas pembicara, desain promosi yang meyakinkan, atau janji hasil instan, tanpa benar-benar menilai apakah topiknya relevan dengan kebutuhan mereka. 

Artikel ini akan mengupas kesalahan-kesalahan umum saat memilih workshop, agar kamu bisa berinvestasi pada pengalaman belajar yang benar-benar berdampak.

Kesalahan #1. Fokus pada Gimmick, Bukan Kualitas

Banyak orang menilai workshop dari packaging-nya: seberapa terkenal pembicaranya, seberapa ramai testimoni di media sosial, atau seberapa meyakinkan desain posternya. Tak jarang juga ada yang ikut karena ada merchandise custom keren sebagai freebies nya.

Padahal, kemasan bukan jaminan kualitas. Workshop terbaik bukan selalu yang paling heboh, melainkan yang paling relevan dengan kebutuhanmu.

Sebelum mendaftar, luangkan waktu untuk menelusuri lebih dalam. Siapa pembicaranya? Apa latar belakang profesionalnya? Apakah peserta sebelumnya benar-benar mendapatkan hasil nyata, atau hanya terpesona oleh suasana acara? Evaluasi kontennya, bukan popularitasnya. 

Triknya adalah bedakan antara show dan substance. Workshop yang baik tak butuh bumbu dramatis. Ia membantumu berpikir, bukan hanya bertepuk tangan.

Kesalahan #2. Tidak Tahu Tujuan Sendiri

Banyak orang ikut workshop cuma karena “teman juga ikut” atau sebatas “sepertinya menarik.” Tapi tanpa tujuan yang jelas, kamu bakal keluar dari ruangan dengan banyak catatan tapi tanpa arah.

Workshop seharusnya merupakan investasi waktu dan energi yang dapat mendekatkanmu ke target tertentu, entah itu mengembangkan karier, menambah skill baru, atau memperluas jaringan.

Sebelum daftar, tanya pada diri sendiri: apa yang ingin kamu capai dari workshop ini? Jika jawabannya hanya sebatas “ingin lebih produktif,” mungkin kamu belum butuh workshop, tapi lebih kepada butuh refleksi. 

Kesalahan #3. Salah Format, Salah Fokus

Tidak semua workshop cocok untuk semua orang. Kadang masalahnya bukan di materinya, tapi di formatnya. Kamu datang berharap bisa praktik langsung, tapi justru duduk tiga jam mendengarkan slide penuh teks kecil.

Jadi, sebagiknya jangan asal daftar karena topiknya keren dan pembicaranya sudah terkenal di bidangnya. Cek dulu apakah format workshop-nya bikin kamu terinspirasi atau justru mengantuk. 

Kesalahan #4. Tidak Mengevaluasi Hasil Setelah Workshop

Banyak orang keluar dari workshop dengan semangat tinggi dan catatan penuh ide, tapi seminggu kemudian semuanya hilang. Materinya lupa, semangatnya lenyap, dan akhirnya tidak ada perubahan sedikitpun nyata.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya