BANDA ACEH – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengkritik keras apa yang ia sebut sebagai praktik mafia pajak dan bea cukai, dalam sebuah video publik yang dipublikasikan di YouTube.
Dalam video tersebut, Mahfud secara spesifik menyoroti keterlibatan oknum-oknum yang diduga melakukan praktik korupsi atau manipulasi di lembaga pajak dan bea cukai, dan menyerukan agar penegakan hukum atas isu ini dijalankan tanpa kompromi.
Isu Utama dalam Video
Kritik Mahfud terhadap Purbaya dan Praktik Mafia
Dalam video berjudul “Mahfud Kritik Purbaya Soal Mafia Pajak dan Bea Cukai”, Mahfud MD menyampaikan pengamatannya bahwa masalah pungutan ilegal, suap, dan intervensi terhadap aparat bea cukai serta petugas pajak sudah menjadi persoalan yang mendalam.
Ia menyinggung nama Purbaya (diduga merujuk pada pejabat di bidang fiskal atau pajak) sebagai sosok yang perlu menjawab tudingan soal keterkaitan dengan elemen-elemen mafia ini. YouTube
Mahfud meminta agar semua pihak terkait — termasuk lembaga internal pajak, bea cukai, dan aparat penegak hukum — bersih dari praktik “selubung gelap” yang melekat pada urusan perpajakan dan bea cukai di Indonesia.
Seruan Penegakan Hukum Tanpa Toleransi
Lebih jauh, Mahfud menyerukan bahwa setiap dugaan pelanggaran korupsi atau maladministrasi di sektor pajak dan bea cukai harus diselidiki secara transparan dan akuntabel. Ia mengingatkan bahwa institusi negara kehilangan kredibilitas jika penyimpangan tersebut dibiarkan tanpa tindakan. Dalam pandangannya, tindakan tegas terhadap oknum adalah kunci agar publik tidak kehilangan kepercayaan terhadap lembaga negara.
Konteks dan Signifikansi Pernyataan
Masalah Pajak & Bea Cukai sebagai Sorotan Publik
Indonesia telah lama menghadapi kritik terkait praktik pungutan liar (pungli), penyalahgunaan jabatan, dan korupsi dalam institusi pajak serta bea cukai.
Beberapa kasus besar di masa lalu mengungkap jaringan antara petugas, pengusaha, dan pejabat yang memanipulasi regulasi demi keuntungan pribadi.
Pernyataan Mahfud ini muncul dalam konteks sensitivitas publik terhadap integritas fiskal negara dan kebutuhan untuk memastikan bahwa pungutan negara (pajak, bea masuk) dikelola dengan cara yang adil dan transparan.
Posisi dan Pengaruh Mahfud MD
Sebagai menteri koordinator di bidang hukum dan keamanan, pernyataan Mahfud memiliki bobot politik dan institusional.
Ucapannya tidak sekadar kritik, melainkan dorongan agar lembaga-lembaga terkait bergerak (proaktif) dalam memberantas praktik koruptif.





























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler