ACEH
ACEH

Nyak Ula Jalani Pengobatan Tanpa Biaya Dengan JKN

MEULABOH – Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah. Salah satunya adalah Nyak Ula (68), seorang ibu rumah tangga asal Desa Meutulang, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat.

Ia harus menjalani perawatan medis akibat penumpukan cairan di sekitar jantung yang mengganggu fungsi organ tubuhnya. Dengan status sebagai Peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), perlindungan JKN yang dimilikinya menjadi penopang penting selama masa pengobatan.

“Awalnya itu saya sering merasa sesak napas, pusing, dan dada terasa berat apalagi saat tidur. Akhirnya saya putuskan untuk periksa ke Puskesmas, dan ternyata tekanan darah saya tinggi sekali. Saya diberikan obat dan diminta menjaga pola makan.

Tapi setelah beberapa kali kontrol, rasanya masih belum membaik. Sampai akhirnya saya dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasilnya, saya didiagnosis mengalami penumpukan cairan di sekitar jantung,” jelas Nyak Ula, Kamis (06/11).

Di tengah proses pengobatan yang harus dijalaninya, Nyak Ula tidak bisa menyembunyikan kegelisahan saat membayangkan besarnya biaya untuk serangkaian pemeriksaan, dan tindakan medis guna mengatasi cairan di sekitar jantungnya.

Namun, kekhawatiran itu perlahan sirna setelah ia mendapat penjelasan dari petugas rumah sakit. Sebagai peserta JKN yang aktif, Nyak Ula memperoleh layanan kesehatan tanpa dipungut biaya.

“Sempat sangat khawatir waktu tahu kondisi saya butuh perawatan di rumah sakit karena ada cairan di sekitar jantung. Saya pikir, pasti biaya pemeriksaan dan tindakannya mahal, belum lagi kalau harus dirawat beberapa hari.

Tapi ternyata setelah dijelaskan oleh petugas bahwa semuanya bisa dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan selama saya mengikuti prosedur. Saya benar-benar terbantu, apalagi di saat seperti ini,” ujarnya Nyak Ula.

Sebagai peserta aktif Program JKN, Nyak Ula merasakan langsung kemudahan dalam proses perawatan gangguan jantung yang dialaminya. Mulai dari pemeriksaan jantung, tindakan medis untuk mengeluarkan cairan yang menumpuk di sekitar jantung, hingga kontrol rutin dan pemberian obat-obatan.

“Waktu pertama kali mau berobat, saya sempat bingung soal proses antreannya. Tapi alhamdulillah saya diarahkan oleh petugas PIPP yang ramah dalam menjelaskan penggunaan antrean online lewat Aplikasi Mobile JKN. Setelah itu, anak saya yang bantu daftarin lewat HP. Jadi pas kontrol berikutnya, semuanya lebih mudah. Saya tidak perlu antre lama, tinggal datang dan langsung dipanggil sesuai nomor antrean yang sudah diambil online,” ulas Nyak Ula.

Nyak Ula menganggap bahwa Program JKN tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memberikan rasa aman dan perlakuan yang setara saat menjalani pengobatan. layanan yang diterima tetap layak dan tidak dibedakan meski seluruh biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa kesehatan adalah hak semua orang, dan Program JKN benar-benar menjadi bentuk kemudahan untuk pesertanya. Ia pun berharap masyarakat semakin sadar pentingnya perlindungan kesehatan, sebelum datang masa sakit yang tak terduga.

“Saya bersyukur bisa merasakan manfaat dari program ini. Harapannya Program JKN terus hadir dan semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan,” tutup Nyak Ula.[]

Editor : Biro Meulaboh.

image_print

Reaksi

Berita Lainnya