BANDA ACEH – Temuan adanya bandara pribadi yang beroperasi secara ilegal di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sontak mengejutkan publik.Kekhawatiran ini mencuat setelah Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan prinsip “Tidak boleh ada Republik di dalam Republik,” mengisyaratkan adanya anomali kedaulatan di lokasi tersebut.
Menanggapi kegaduhan ini, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO), Haji Teuku Yudhistira, mengaku tidak terlalu kaget. Yudhistira berpendapat bahwa sinyal adanya kebocoran pendapatan negara, termasuk dari sektor tambang, sudah pernah disuarakan oleh berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto saat kontestasi Pilpres 2019.
Menurutnya, temuan bandara ilegal ini merupakan ancaman nyata bagi kedaulatan negara yang harus segera dihentikan.
Yudhistira meyakini, dengan rekam jejak nasionalisme yang kuat, Presiden Prabowo akan bertindak tegas untuk menutup bandara yang berpotensi membahayakan negara ini. Selain itu, IWO menduga adanya indikasi keterlibatan pejabat tinggi negara di lingkungan Eksekutif yang memiliki saham di IMIP.
Oleh karena itu, IWO mendesak Presiden untuk menggunakan perangkat negara yang ada—Kepolisian, Kejaksaan, BIN, BAIS, hingga KPK—untuk mengusut tuntas siapa pejabat yang terlibat dalam “bisnis hitam” ini.
Kekhawatiran Yudhistira bukan hanya pada potensi kebocoran pendapatan negara akibat tidak adanya regulasi dan pengawasan dari aparatur negara, tetapi juga dugaan kuat adanya kejahatan lain yang dilakukan di bandara tersebut.
Ia menduga penyelundupan narkoba dalam jumlah besar dan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) sangat mungkin terjadi secara masif, mengingat peredaran narkoba di Morowali kini jauh lebih besar.
Temuan ini sejalan dengan pernyataan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin usai menyaksikan Latihan Terintegrasi TNI di Morowali (20/11), yang menyebut ada bandara di Indonesia yang sama sekali tidak memiliki perangkat negara, sehingga rawan terhadap kedaulatan ekonomi RI. Sjafrie menegaskan perlunya penegakan regulasi untuk mengatasi celah anomali ini.
Sementara itu, Peneliti Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS), Edna Caroline, mengungkap bahwa bandara IMIP yang beroperasi sejak diresmikan oleh mantan Presiden Joko Widodo pada tahun 2019 ini adalah bagian dari isu “kebocoran” sektor tambang yang sudah disorot sejak lama.
Menurut Edna, kawasan industri seluas 4.000 hektare itu memiliki bandara tanpa otoritas Indonesia, yang memungkinkan orang dan barang keluar masuk tanpa pengawasan, bahkan aparat keamanan pun sulit masuk.
Edna membenarkan pernyataan Menhan Sjafrie yang mengonfirmasi bahwa di bandara tersebut tidak ada Bea Cukai dan Imigrasi.
Ia menekankan bahwa pernyataan Menhan ini bukan hal sepele dan mendesak publik untuk mengawal proses setelah Menhan berjanji melapor kepada Presiden Prabowo.
Minimum, harus ada aparatur Bea Cukai dan Imigrasi di sana, serta AirNav untuk menjamin regulasi dan keamanan udara.
Mengingat bandara ini telah beroperasi sejak 2019, publik mendesak adanya kejelasan mengenai siapa yang memberikan izin awal.
Sorotan ini membuka lebar potensi pelanggaran yang terjadi bertahun-tahun tanpa intervensi negara, mengingat PT IMIP sendiri—perusahaan konsorsium antara Bintang Delapan Group Indonesia dan Tsingshan Steel Group Tiongkok—telah dikembangkan secara signifikan sejak era mantan Presiden Jokowi.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler