ADVERTISMENT
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Gudang Bulog Sibolga Dijarah Warga di Tengah Bencana

BANDA ACEH — Peristiwa penjarahan kembali mewarnai Kota Sibolga setelah puluhan warga menyerbu Gudang Bulog Sarudik pada Sabtu sore, 29 November 2025.

Aksi yang terekam dan tersebar luas di media sosial itu dibenarkan oleh Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto.

Ia menyebut penjarahan terjadi di tengah situasi tekanan sosial akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.

Menurut Budi, insiden bermula sekitar pukul 15.50 WIB ketika sekelompok warga tiba-tiba berkumpul di depan gudang.

Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak. Ketegangan memuncak saat massa mendorong pagar gerbang hingga roboh dan merusak gembok gudang.

Berita Lainnya:
90 Kapal Lintasi Selat Hormuz Meski Perang Iran Masih Berkecamuk

Benteng pengamanan yang terbatas membuat petugas gudang tidak mampu membendung dorongan massa.

“Warga terdampak banjir, banjir bandang, dan longsor. Kami memahami kondisi psikologis mereka dalam situasi sulit seperti ini,” ujar Budi dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa pihak Bulog Sibolga sebenarnya telah berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri setempat untuk melakukan pengamanan.

Namun keterbatasan jumlah personel membuat situasi tak terkendali.

Budi tidak merinci besaran kerugian akibat penjarahan tersebut.

Komunikasi yang terputus di beberapa titik dan kondisi lapangan yang belum sepenuhnya stabil membuat pendataan kerugian belum dapat dilakukan.

Berita Lainnya:
Perang di Iran Belum Usai, Bahlil Imbau Warga Konsumsi BBM dan LPG Secukupnya

Meski begitu, ia memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat tetap menjadi prioritas Bulog.

“Pasokan untuk Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah aman. Kami segera menambah stok ke gudang Sibolga agar distribusi beras dan komoditas lain tidak terganggu,” jelasnya.

Peristiwa ini menambah rangkaian dampak sosial dari bencana yang dalam beberapa hari terakhir menyapu sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Otoritas setempat terus berupaya memulihkan akses, sementara warga berharap pasokan bantuan dapat segera menjangkau mereka sebelum situasi semakin memburuk

image_print
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya