ADVERTISMENT
ISLAM
ISLAM

Meneladani Rasulullah SAW dalam Menjaga Keseimbangan Alam

Ia menambahkan bahwa perilaku menanam pohon telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw sebagaimana hadis dari Anas bin Malik ra yang menyebutkan, “Apabila kiamat tiba terhadap salah seorang di antara kamu dan di tangannya ada benih tumbuhan maka tanamlah.”

Tgk. Awaluddin juga mengingatkan bahwa pencemaran lingkungan, baik dalam skala kecil maupun besar, memiliki dampak yang sama, yaitu mengotori keasrian alam. Rasulullah Saw, lanjutnya, melarang sahabat untuk kencing di air yang tergenang karena dikhawatirkan ada orang lain yang mandi di dalamnya. Selain itu, buang air kecil dan besar di bawah pohon juga tidak dibenarkan karena meninggalkan bau dan kesan tidak nyaman bagi orang yang berteduh.

Berita Lainnya:
Sujud Terakhir di Rumah Allah: Kisah Istiqamah Kakek Safari yang Menyentuh Hati Jamaah

Larangan tersebut ditegaskan Rasulullah Saw dalam sabdanya, “Janganlah salah seorang dari kalian kencing dalam air yang diam yaitu air yang tidak mengalir kemudian ia mandi di dalamnya.” (HR. Bukhari).

Ia menuturkan bahwa hutan sebagai sumber asupan oksigen utama memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia. Menebang pohon tanpa prosedur yang benar dapat mengancam keseimbangan ekosistem, mengurangi kadar oksigen, serta menghilangkan habitat hewan. Hal ini juga diperingatkan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 56 yang artinya, “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik.”

Selain itu, Rasulullah Saw juga mengenalkan konsep *hima*, yakni zona konservasi alam yang dilarang untuk dimiliki secara pribadi dan tidak boleh didirikan bangunan. Kawasan tersebut diperuntukkan bagi kepentingan bersama, seperti padang rumput dan tempat menggembalakan hewan.

Berita Lainnya:
29 Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Depok, Digelar Jumat 20 Maret

“Rasulullah menekankan pentingnya konsep hima ini,” jelasnya, seraya mengutip hadis riwayat Muslim dari Jabir yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw memaklumkan Madinah sebagai tanah suci yang pohon-pohonnya tidak boleh ditebang dan binatang-binatangnya tidak boleh diburu.

“Kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan sangat bergantung pada kesehatan lingkungan. Apabila lingkungan sudah rusak maka manusia, hewan, dan tumbuhan tidak dapat bertahan hidup secara normal. Sedangkan berbuat kerusakan di muka bumi ialah perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT,” tegas Tgk. Awaluddin. []

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya