Mereka menegaskan bahwa tujuan utama tetap membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Namun langkah ke Timor Leste dianggap perlu diambil agar teknologi tidak berhenti hanya sebagai gagasan.
BRIN juga menunjukkan ketertarikan untuk menguji lebih lanjut formula Bobibos untuk memastikan standar keselamatan dan kualitasnya.
Namun lagi-lagi, tahapan penelitian dan sertifikasi membutuhkan waktu.
Sementara itu, langkah cepat Timor Leste menunjukkan bahwa negara tersebut melihat peluang besar pada biofuel jerami.
Dukungan pemerintah hingga level tertinggi menjadi sinyal kuat bahwa mereka siap menjadi pusat produksi energi berbasis jerami di kawasan.
Dalam situasi ini, publik menyoroti ketimpangan kecepatan antara negara pembuat inovasi dan negara pengguna.
Bobibos menjadi contoh nyata bagaimana sebuah teknologi lokal bisa justru berkembang pesat di luar negeri jika regulasi domestik bergerak terlalu lambat.
Kini perhatian tertuju pada pemerintah Indonesia.
Apakah Indonesia akan menyusul langkah Timor Leste dan memberikan ruang bagi Bobibos untuk berkembang di tanah sendiri?
Baca Juga:
Skema Single Salary ASN Ditarget Berlaku 2026, Simak Penjelasan Lengkanya
Atau inovasi ini akan terus melaju di negeri orang sementara Indonesia hanya menjadi penonton?***
































































































