BANDA ACEH – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menculik pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov. Dalam pernyataannya pada Rabu, 7 Januari 2206, Zelensky mengatakan langkah ekstrem tersebut akan memberi tekanan besar kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan bisa mempercepat berakhirnya konflik Ukraina. Ia mencontohkan tindakan AS di Venezuela sebagai model yang bisa diterapkan terhadap Kadyrov.
“Seluruh dunia dapat melihat hasilnya. Mereka melakukannya dengan cepat. Baiklah, biarkan mereka melakukan semacam operasi terhadap Kadyrov. Mungkin setelah itu Putin akan melihat ini dan memikirkannya,” ujar Zelensky, dikutip dari RT, Kamis 8 Januari 2026.
Zelensky secara khusus memuji operasi penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang menurutnya menunjukkan ketegasan Washington dalam menghadapi musuh politiknya.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores telah menjalani sidang perdana di AS awal pekan ini. Keduanya dituduh bekerja sama dengan kartel narkoba untuk menyelundupkan ribuan ton kokain ke Amerika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.






























































































