Oleh: Heru Wahyudi1
INVASI AS ke Venezuela pada 3 Januari 2026 memperlihatkan satu hal: ketika negara adidaya merasa perlu, kedaulatan bisa diterobos tanpa harus repot mencari legitimasi Dewan Keamanan.
Efeknya langsung merembet ke Taiwan, sehingga jika langkah sepihak seperti ini dibiarkan, Beijing mendapat contoh bahwa “aturan” bisa dinegosiasikan dengan kekuatan, bukan dengan hukum.
Pada titik itu, Venezuela dan Taiwan tampak seperti dua panggung berbeda dari konflik yang sama: perebutan siapa yang boleh melanggar, siapa yang harus patuh, dan siapa yang berhak mengklaim dunia berjalan atas “tatanan berbasis aturan”.
Serangan AS ke instalasi militer Venezuela yang berujung pada penangkapan Nicolás Maduro lewat Operasi Absolute Resolve menunjukkan eskalasi yang tidak lagi bisa disebut sekadar “tekanan Politik”– justru operasi militer total yang disiapkan, termasuk dugaan pemadaman listrik dan operasi siber untuk melumpuhkan Caracas.
Dalam kacamata hukum internasional, garisnya juga gamblang: bergerak ke wilayah agresi dan pelanggaran prinsip non-intervensi.
Piagam PBB melarang penggunaan kekuatan terhadap negara lain, kecuali untuk bela diri atau mandat Dewan Keamanan; pada kasus Venezuela, dasar bela diri sulit dibuktikan dan mandat DK PBB tidak ada.
Jadi yang tersisa hanyalah legitimasi sepihak — logika “karena bisa”, bukan legalitas kolektif.
Pelanggaran Hukum internasional oleh AS
Serangan AS ke Venezuela melanggar Piagam PBB dan merusak “kebiasaan” yang selama ini menahan negara adidaya agar tidak bertindak semaunya.
Menangkap kepala negara yang sedang menjabat lalu menyeretnya ke pengadilan domestik negara penyerang adalah sinyal bahwa kedaulatan dan imunitas bisa diperlakukan seperti formalitas. Reaksi dunia pun terbelah.
Sebagian negara Amerika Latin yang selama ini anti?
Maduro mungkin lega, tapi tetap khawatir: kalau standar kedaulatan bisa dilompati sekali, efek dominonya bisa ke mana-mana.
Negara lain, termasuk Malaysia dan sejumlah pemimpin Eropa menegaskan satu garis: masalah demokrasi dan HAM tidak otomatis jadi tiket untuk serangan sepihak.
Rusia dan China paling vokal menyerang narasi “penegakan hukum” Washington, menyebutnya gaya koboi dan pergantian rezim.
Kritiknya juga bukan murni idealisme; tentu peringatan bahwa Venezuela dijadikan uji coba untuk mengukur seberapa jauh unilateralisme AS bisa ditoleransi.
Ditambah lagi, kecaman pakar PBB atas blokade maritim sebelumnya membuat rangkaian kebijakan AS ke Caracas makin sulit dibela secara hukum dan kemanusiaan.
Catatan Kaki:- Pendiri Cendikia Demokrasi Indonesia dan Akademisi Prodi Administrasi Negara Universitas Pamulang[↩]



































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Selamat untuk Gubernur BI. Semoga rupiah makin anjlok lagi. Orang…
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Uni…
Lagi, Ade Armando dan Permadi…
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Nggak berlaku dolar di desa-desa. Dolar cuma berlaku yang ingin…
Selamat untuk Gubernur BI. Semoga rupiah makin anjlok lagi. Orang…
Cara bayar bantusaku lewat m-banking bca Anda dapat membayar angsuran…
Cara bayar bantusaku Anda dapat membayar angsuran bantusaku dengan menghubungi…
Cara bayar tagihan bantusaku Anda dapat membayar angsuran bantusaku dengan…
Berita Terpopuler