UPDATE

ISLAM
ISLAM

Sambut Tahun Baru Hijriah 1448, Dayah Babul Huda Jambo Masi Ajak Santri Perkuat Semangat Hijrah dan Syukur

ACEH JAYA – Keluarga besar Dayah Babul Huda Jambo Masi, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan penuh rasa syukur. Momentum pergantian tahun Hijriah dimaknai sebagai kesempatan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam menuntut ilmu, beribadah, dan mengabdi kepada umat.

Suasana khidmat dan religius mewarnai peringatan Tahun Baru Hijriah di lingkungan dayah. Para santri dan dewan guru mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan doa bersama, zikir, tausiah keagamaan, serta refleksi nilai-nilai hijrah Rasulullah SAW yang menjadi tonggak penting dalam sejarah peradaban Islam.

Salah seorang pengurus Dayah Babul Huda Jambo Masi, Tgk Kaswati Azkia, S.Pd, Selasa (16/6) mengatakan bahwa Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum spiritual yang sarat makna bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan.

“Pergantian tahun Hijriah hendaknya tidak hanya dipandang sebagai pergantian waktu semata, tetapi menjadi sarana muhasabah untuk menilai sejauh mana perjalanan hidup kita selama satu tahun terakhir. Dari evaluasi itulah kita membangun tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun yang akan datang,” ujarnya.

Menurut Kaswati, peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah mengandung banyak pelajaran yang tetap relevan hingga saat ini. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga transformasi menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermartabat, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa semangat hijrah sangat penting ditanamkan kepada generasi muda, khususnya para santri. Hijrah dapat dimaknai sebagai perpindahan dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, dari kemalasan menuju kesungguhan, dari kebodohan menuju ilmu pengetahuan, serta dari kelalaian menuju ketaatan.

“Bagi santri, hijrah berarti terus memperbaiki diri, memperkuat akhlak, meningkatkan semangat belajar, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai sarana untuk memberi manfaat kepada masyarakat,” kata Kaswati.

Menurutnya, lembaga pendidikan dayah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, para santri dituntut untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan menjaga identitas keislaman yang menjadi warisan para ulama.

“Tantangan generasi muda hari ini sangat besar. Karena itu, para santri harus menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai penyemangat untuk semakin giat belajar, memperdalam ilmu agama, menjaga adab kepada guru dan orang tua, serta memperkuat keimanan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.