Kaswati juga mengajak seluruh umat Islam untuk mensyukuri nikmat umur dan kesehatan yang masih diberikan Allah SWT sehingga dapat kembali bertemu dengan Tahun Baru Hijriah 1448. Menurutnya, rasa syukur harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah, kepedulian terhadap sesama, dan semangat untuk terus berbuat kebaikan.
“Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk bertemu dengan tahun baru ini. Karena itu, sudah sepantasnya kita memanfaatkan setiap detik kehidupan untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dan mempererat hubungan dengan sesama manusia,” tuturnya.
Peringatan Tahun Baru Hijriah di Dayah Babul Huda Jambo Masi juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah antara santri, dewan guru, alumni, dan masyarakat sekitar. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana religius tersebut mencerminkan nilai persaudaraan yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama pendidikan dayah di Aceh.
Dalam doa bersama yang dipanjatkan, seluruh peserta memohon agar tahun 1448 Hijriah menjadi tahun yang penuh keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi umat Islam. Doa juga dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kemajuan pendidikan Islam, serta keberkahan bagi masyarakat Aceh dan Kabupaten Aceh Jaya.
Keluarga besar Dayah Babul Huda Jambo Masi berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat karakter santri, serta memperbesar kontribusi dayah dalam mencetak generasi Islam yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjadi penerus perjuangan ulama.
“Semoga Tahun Baru Hijriah ini menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakat. Mari kita sambut tahun baru dengan rasa syukur, semangat memperbaiki diri, dan tekad untuk terus menebar manfaat bagi agama, bangsa, dan sesama,” pungkas Tgk Kaswati Azkia.[]
















































































































