BANDA ACEH – Istri salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi Program Digitalisasi Pendidikan tahun 2019 sampai 2022 di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ibrahim Arief alias Ibam mengungkapkan sebuah memoar mengenai kondisi yang menimpa suaminya.
Memoar istri terdakwa Ibam yang bernama Ririe itu diunggah dalam postingan media sosial pengusaha sekaligus mantan Dubes RI untuk Polandia, Peter. F. Gontha.
Dalam postingannya, Ketua Dewan Pakar DPP NasDem itu menyayangkan sebuah dedikasi yang dilakukan Ibam namun dibayar dengan dijadikannya terdakwa. Ibam tercatat pernah menjadi konsultan di Kemendikburistek .
“Banyak sekali korban yang tidak jelas korupsinya apa? Satu lagi anak muda RI yang jenius dan berprestasi hebat di dunia dibujuk pulang bantu negara dengan pendapatan jauh lebih kecil. Pengorbanan dan dedikasi itu dibayar dengan dijadikan terdakwa,” tulis Peter dikutip redaksi, Kamis malam, 8 Januari 2026.
Ia juga menampilkan foto Ibam beserta memoar yang ditulis sang istri dalam postingan yang diunggahnya.
Berikut isi memoar yang ditulis istri Ibam, dilansir dari Facebook Peter F. Gontha.
Jakarta, [tanggal]
Nama saya Ririe, istri dari Ibam. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan klarifikasi dan posisi keluarga kami terkait proses hukum yang saat ini menimpa suami saya.
Saya dan Ibam bertemu pada tahun 2010 saat ia menempuh studi dengan beasiswa di Eropa. Kami menikah pada 2011 dan memulai kehidupan rumah tangga dari nol di Belanda. Kami membangun keluarga secara mandiri tanpa dukungan finansial dari keluarga besar.
Ibam bekerja sebagai insinyur perangkat lunak di sebuah perusahaan logistik berbasis AI di Rotterdam, sementara saya menyelesaikan pendidikan magister di Tilburg. Kehidupan kami dijalani secara sederhana, bahkan pernah berbagi rumah dengan keluarga lain demi menghemat biaya. Dari masa-masa tersebut, kami belajar nilai kerja keras, transparansi, dan integritas.
Pada tahun 2016, Ibam memutuskan kembali ke Indonesia untuk membantu membangun tim engineering di Bukalapak. Ia mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk pengembangan teknologi yang dapat membantu pelaku UMKM dan penjual kecil di berbagai daerah.
Di sisi lain, Ibam juga menghadapi tantangan kesehatan serius. Ia memiliki kelainan jantung bawaan dengan denyut jantung istirahat yang selalu tinggi. Selain itu, ia didiagnosis diabetes dan pada tahun 2023 mengalami stroke ringan yang merusak saraf vestibular, sehingga berdampak pada aktivitas hariannya hingga kini.































































































