BANDA ACEH – Pegiat media sosial Dokter Tifauzia Tyassuma menyinggung soal orang hina dalam kasus ijazah Jokowi.Sindiran ini disampaikannya kala sejumlah tersangka dalam kasus ijazah Jokowi sowan dan datang langsung ke Solo menemui sang mantan presiden.
Sindiran ini disampaikan Dokter Tifa melalui akun X pribadinya pada Sabtu (10/1/2026).
Dokter Tifa menyebut bahwa dirinya bersama dengan Pakar Digital Forensik Rismon Sianipar dan Pakar Telematika Roy Suryo memilih menjadi orang yang berani.
“Memilih menjadi orang yang seBERANI-BERANInya, atau menjadi orang yang seHINA-HINAnya. Pilihan di tangan kita,” tegasnya.
Sembari mengunggah potret bersama, Dokter Tifa menyebut bahwa ia dan Roy Suryo atau Rismon memang tidak selalu terlihat bersama.
“Mungkin kami tidak selalu terlihat sama-sama. Mungkin yang berhasil kumpul cuma dua. Mungkin suatu kali yang terlihat tampil hanya satu saja,” tulisnya.
Namun ketiganya disatukan sejak 15 April 2025 di kampus UGM dan saat ini dalam perjuangan yang sama.
“Tapi 15 April 2025, di kampus kami UGM, membuat kami bertiga bertemu. Dan berjuang dalam satu. Dan akan terus begitu, selama Allah SWT mengizinkan.”
“RRT. One for all. All for One,” pungkas Dokter Tifa.
Narasi soal orang hina ini disampaikan Dokter Tifa di saat muncul gejolak antara para tersangka kasus ijazah Jokowi.
Dua di antaranya adalah tersangka klaster pertama kasus ijazah Jokowi yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Keduanya diketahui sudah bertemu dengan Jokowi di Sumber Solo Jawa Tengah pada Kamis (8/1/2026).
Namun Dokter Tifa tak menjelaskan apakah cuitannya itu memang berkaitan soal pertemuan Eggi Sudjana atau tidak.
Pertemuan digelar secara tertutup antara Jokowi dan kedua tersangka kasus ijazah itu.
Dalam pertemuan tersebut Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis diterima oleh Jokowi secara tertutup, didampingi kuasa hukum serta sejumlah tokoh Relawan Jokowi (ReJO).































































































