BANDA ACEH – Anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni, mengungkapkan kerugian yang dialaminya akibat penjarahan rumah yang terjadi pada Sabtu 30 Agustus 2025.
Ia memperkirakan, total kerugian mencapai Rp 80 miliar setelah hampir seluruh isi rumahnya dibawa kabur oleh sekelompok orang tidak dikenal.
Ia mengungkapkan, kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan parah akibat penjarahan. Kerusakan terlihat dari lantai bawah hingga ke bagian atas rumah.
Hal itu disampaikan Sahroni saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/1).
“Yang saya laporkan sebesar Rp80 miliar, Yang Mulia,” kata Sahroni saat memberikan kesaksian di ruang sidang.
Ia kemudian merinci sejumlah barang berharga yang hilang, di antaranya koleksi patung Iron Man, pakaian, lampu, serta berbagai perabot rumah tangga lainnya.
Bahkan, politikus Partai NasDem itu mengaku lima unit kendaraan miliknya turut mengalami kerusakan berat.
“Mobil ada lima, Yang Mulia. Semuanya hancur,” ungkapnya.
Selain kerugian materi, Sahroni juga mengaku kehilangan berbagai dokumen penting. Dokumen tersebut di antaranya berupa ijazah SD hingga tingkat doktoral, sertifikat-sertifikat, serta kartu keluarga.
“Ijazah dari SD sampai doktor hilang, Yang Mulia. Sertifikat juga semuanya hilang,” bebernya.
Massa bertindak beringas seperti kelaparan
Sahroni menceritakan, massa yang mendatangi kediamannya bertindak secara brutal dan tidak terkendali. Ia menyebut, situasi saat itu sangat mencekam karena amukan massa berlangsung tanpa kendali.
“Mereka beringas, Yang Mulia. Seperti orang kehausan dan kelaparan,” ujar Sahroni.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, ia mengaku tengah berada di ruang makan bersama beberapa orang, ketika sekelompok massa datang sambil berteriak-teriak dan melintas di depan rumahnya dengan menggunakan sepeda motor.
Ia menjelaskan, rombongan awal hanya melintas tanpa melakukan tindakan. Namun, sekitar 10 menit kemudian, massa kembali berdatangan dengan jumlah yang jauh lebih besar dan langsung melakukan penyerangan
“Mereka langsung menyerang. Saya melihatnya sendiri,” urai Sahroni.
Menurutnya, massa terlebih dahulu melempari kaca rumah dengan batu, lalu berusaha masuk ke dalam rumah secara paksa. Merasa situasi semakin berbahaya, Sahroni memilih menyelamatkan diri dengan berlari ke lantai atas kediamannya.
“Intinya, mereka berusaha masuk ke rumah dengan cara-cara yang tidak wajar,” pungkasnya.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler