ACEH
ACEH

Lantik 18 Keuchik, Wali Kota Sabang Tekankan Amanah dan Disiplin Pemerintahan Gampong

BANDA ACEH – Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam resmi melantik 18 keuchik dalam wilayah Kota Sabang. Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa jabatan para keuchik terpilih hasil pemilihan keuchik yang telah dilaksanakan secara demokratis serta berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sabang menegaskan bahwa jabatan keuchik merupakan amanah besar yang tidak hanya lahir dari proses demokrasi, tetapi juga bentuk kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, para keuchik dituntut untuk menjaga integritas, menjunjung tinggi disiplin, serta menunjukkan komitmen kuat sebagai pelayan masyarakat.

“Jabatan keuchik adalah jabatan amanah. Saudara tidak hanya dipilih melalui proses demokrasi, tetapi juga dipercaya untuk menjadi pelayan masyarakat, pemimpin yang adil, serta pengayom seluruh warga gampong tanpa terkecuali,” ujar Zulkifli, di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Rabu (14/1/2026).

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para keuchik serta penjabat keuchik pada masa jabatan sebelumnya atas dedikasi dalam menjalankan roda pemerintahan gampong, termasuk menjaga stabilitas selama masa transisi hingga pelantikan dapat terlaksana. Apresiasi serupa turut disampaikan kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan pemilihan keuchik di Kota Sabang.

Wali Kota menegaskan bahwa pascapemilihan tidak boleh lagi terdapat sekat-sekat perbedaan di tengah masyarakat. Para keuchik diminta merangkul seluruh elemen masyarakat serta membangun komunikasi dan koordinasi yang harmonis dengan perangkat gampong, imum mukim, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat.

“Kita semua menyadari bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah. Banyak agenda strategis pemerintah pusat yang harus kita sukseskan bersama, di antaranya pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih, upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat gampong, serta dukungan terhadap pencapaian target RPJMD Kota Sabang tahun 2025–2030,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Sabang secara terbuka menyampaikan bahwa dana desa atau dana gampong untuk Kota Sabang pada Tahun 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni sekitar 59 persen. Kondisi ini menjadi tantangan awal bagi para keuchik dalam mengelola pemerintahan gampong pada masa jabatan yang baru.

“Menghadapi penurunan dana gampong yang cukup signifikan, saya berharap para keuchik dapat menyusun APBG dengan skala prioritas yang ketat, fokus pada kebutuhan dasar masyarakat, serta menghindari kegiatan seremonial dan belanja yang tidak mendesak,” tegasnya.

1 2
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website